Pelet Bulu Perindu 
Bulu Perindu Asli Kalimantan

Di dalam blog ini akan saya jelaskan tentang khasiat dari Bulu Perindu yang melegenda yang khasiat utamanya adalah sebagai media pengasihan atau pemikat lawan jenis, baik Pria ataupun Wanita. Bulu perindu dapat mengatasi Solusi asmara anda yang kandas, pacar diambil orang, cinta bertepuk sebelah tangan, dan semua yang berhubungan dengan asmara. 

Ciri - ciri keaslian
Jika ditetesi / dibasahi air dan diletakkan di atas lantai atau sehelai kertas, maka secara menakjubkan Bulu Perindu tersebut akan menggeliat - geliat laksana seekor cacing. Sepasang Bulu Perindu jika didekatkan / dipertemukan ujung - ujungnya, secara ajaib akan berangsur - angsur saling mendekat dan melilit.

Testing Video Keaslian Bulu Perindu Kami


jika anda ada target khusus, saya sarankan anda mengirimkan data ke whatsaap seperti nama panggilan anda dan pasangan. Foto masing-masing anda dan pasangan anda dengan syarat wajah masing-masing harus jelas agar saya mudah mengerjakannya dan cepat hasilnya, boleh foto sendiri atau berdua dengan pasangan anda.

mahar tingkat satu 350.000 sudah ongkos kirim
khasiatnya antara lain.. pengasihan, pemikat lawan jenis, penarik simpati, disenangi atasan bawahan, pelaris usaha, pelet, cepat dapat jodoh, mengembalikan pasangan yang selingkuh, cocok untuk pria dan wanita.

mahar tingkat Dua 550.000 ribu sudah ongkos kirim
Khusus yang tingkat dua perbedaanya dengan tingkat satu adalah khusus bagi yang sudah berumah tangga atau sudah menikah, mengapa demikian karena power atau bulu perindu tingkat 2 mempunyai power 2x lebih besar dari tingkat 1 karena untuk orang yang sudah menikah rata-rata mempunyai aura yang sudah melemah karena faktor energi cakranya yang meredup akibat sudah seringnya berhubungan badan, jadi dibutuhkan kekuatan ekstra untuk
menggunakan bulu perindu ini.
kekuatan bulu perindu tingkat 2 ini difokuskan untuk mengembalikan pasangan yang selingkuh/pergi dengan laki-laki lain atau sudah tidak cinta lagi
khasiatnya antara lain..
pengasihan, pemikat lawan jenis, penarik simpati, disenangi atasan bawahan, pelaris usaha, pelet, cepat dapat jodoh, mengembalikan pasangan yang selingkuh, cocok untuk pria dan wanita tanpa ritual, puasa dan tanpa pantangan juga bisa di wariskan ke Anak Cucu.

Penjelasan cara pakai :  Untuk hasil dan manfaat 2 hari pakai sudah terasa hasilnya, Anda cukup simpan dalam dompet sesuai niat, karena sudah saya persiapkan sesuai untuk kebutuhan anda, dan juga panduan cara pakai untuk keluhan anda juga lengkap saya kirim via jne atau pos kilat untuk cara pakai minyak cukup oles ke bagian tubuh anda, dimana aja sesuai niat dan tujuan anda, dan saya  lengkapi juga  dengan cara pakai jarak jauh tanpa harus bertemu target anda. Sangat aman tidak ada pantangan atau efek samping dan perawatan khusus.

mahar Minyak Bulu Perindu 650.000 ribu sudah ongkos kirim

Mahar Bulu peirndu tingkat 3 khusus minyak dan sepasang bulu perindu ini dipadukan dengan kekuatan minyak bulu perindu itu sendiri jadi dengan kata lain kekuatannya akan semakin sempurna untuk anda gunakan, khusus untuk minyak bulu perindu ini energinya lebih difokuskan untuk mengembalikan pasangan anda yang sudah berpaling dari anda dan pergi meninggalkan anda/selingkuh ke orang lain.

jika anda ingin datang ke Padepokan  kami yang berada di Jl bakaran batu no 182 lubuk pakam kota (sumut). untuk pengiriman atau pemaharan luar kota media bisa kami kirim ke alamat anda menggunakan jasa jne, pos, jnt dan tiki lama sampai tergantung lokasi tujuan anda untuk kota² besar biasa pengiriman hanya 2 hari saja sampai.

"Disclaimer : Hasil dan manfaat media bulu perindu dan minyak bulu perindu ini akan di jamin hasilnya jika niat dan tujuan anda menggunakannya dengan baik tanpa ada unsur untuk merugikan pasangan anda"

"Bagi Para Pria dan wanita Yang Ingin Berhasil Dalam Mengatasi masalah asmara, jodoh, perselingkuhan, agar di sayang atasan dan juga pelaris usaha, Bisa Menggunakan Bulu Perindu Ini Sebagai Solusi"

setelah transfer Mahar harap konfirmasi sms ke no 0896-6922-9050  sertakan juga no hp dan alamat lengkap saudara untuk memudah kan pengirimam bulu perindu dan Minyak bulu perindu dan tata cara penggunaanya akan di kirim melalui JASA JNE,TIKI DAN POS.

NB: untuk pemohon agar terlebih dahulu mengirimkan pesan WA atau email bulusukmapemungkas@gmail.com dan jika ingin kontak langsung hub atau sms ke no saya.
 
TESTIMONI DARI WA





 

 

 

S








Bukti pengiriman JNE dan Pos Indonesia

Konsultasi Klik di bawah ini



Whatsapp 0896-6922-9050

MAHAR MINYAK BULU PEERINDU |MAHAR PELET MANTRA  |MAHAR PELET FOTO | | MAHAR PELET SEMAR MESEM | MAHAR PUTER GILING|MAHAR PELET TEMPE|TLP/SMS/WA: 0896-6922-9050 

Note: Jika 2 kali panggilan telepon tidak diangkat harap maklum berarti kami sedang sibuk, Silahkan tinggalkan pesan.

Ilmu Pengasih Halal Dan Amalan Islam


Selamat datang kembali di blog sederhana ini yang mana kali ini akan mencoba untuk mengupas beberapa amalan pengasihan yang halal dan juga islami, kenapa ada embel embel halal dan islami? karena ada banyak sekali ilmu beraliran hitam dan berkodam jin yang bisa merugikan manusia dan juga dunia dan akhirat.Dan salah satu amalan pengasihan halal dan islami sebenarnya sudah kita amalkan setiap hari namun kadang kala kita butuh determinasi lebih agar ilmu tersebut memberi  sugesti yang luar biasa. Dan tanpa basa basi lagi , berikut ini adalah beebrapa amalan ilmu pengasihan yang halal dan islami;

1. Amalan membaca Sholawat nabi

Jika kita mau di beri ysafaat oleh Nabi Muhammad di hari akhir besok perbanyaklah sholawat kepadanya, karena dengan bacaan ini kita akan diterima sholawatnya dan membuat aura dalam tubuh kita terbuka secara otomatis. Hal ini sekaligus memberi bukti bahwa manusia butuh hubungan vertikal dengan sang pencipta sehingga mendapatkan ketenagan batin. Bacaan sederhana dari sholawat ini adalah AALLOHUMMA SOLLIALA SYAIDINA MUHAMMAD WA ALA ALI SYAIYYIDINA MUHAMMD.
Selain kelebihan dari sholawat jugabanyak di terangkan manfaatnya dalam berbagai hadist salah satunya adalah;

 Riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah r.a., Nabi saw. bersabda,

    "Barang siapa bershalawat kepadaku satu kali, nicaya Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali."



Riwayat lainnya, dari Ibn Mas'ud r.a., Rasulullah bersabda,

    "Sesungguhnya manusia yang paling utama di sisiku pada hari kiamat nanti adalah yang paling banyak memanjatkan shalawat untukku."
Hibban)

 Hadist lainnya menyebutkan,

    "Orang yang kikir adalah orang yang disebut namaku di sisinya, tetapi dia tidak bershalawat kepadaku."

(HR Al-Tirmidzi, Al-Nasa'i, Ibn Hibban, dan Al-Hakim)

2.Bersuci dengan Air Wudlu.

salah satu perintah Allah kepada manusia melalui Rasulnya adalah sholat  5 waktu yang mana secara tidak sengaja kita akan bersuci sebanyak 5 kali. dan masih bisa bertambah jika kita sering sholat sunnah. Ibarat ada 5 sungai jernih didepan rumah sehingga setiap kali kita keluar rumah selalu mandi 5 kali . Air wudlu akan selalu memberi aura positif dan memancarkan sinar kesuciannya pada mereka yang ahli ibadah.

Selain hal diatas , air wudlu  juga digunakan orang untuk kecantikan jasmani juga kecantikan rohani, dengan wudhu masalah sesorang akan terasa lebih ringan, kepala yang tadinya pusing akan hilang dan fikiran setres serta sifat - sifat buruk yang tadinya hampir meluappun tidak jadi marah.

Mnafaat lain dari amalan pengasihan dengan air wudlu adalah
Pertama, merilekskan otot-otot sebelum beristirahat. Mungkin tidak terlalu banyak penjelasan. Bisa dibuktikan dalam ilmu kedokteran bahwa percikan air yang dikarenakan umat muslim melakukan wudhu itu merupakan suatu metode atau cara mengendorkan otot-otot yang kaku karna lelahnya dalam beraktifitas.

 Sangat diambil dampak positifnya bahwa jika seseorang itu telah melakukan wudhu, maka pikiran kita akan terasa rileks. Badan tidak akan terasa capek.
Kedua, mencerahkan kulit wajah. Wudhu dapat mencerahkan kulit wajah karena kinerja wudhu ini menghilangkan noda yang membandel dalam kulit. Kotoran-kotoran yang menempel pada kulit wajah kita akan senantiasa hilang dan tentunya wajah kita menjadi cerah dan bersih.

Ketiga, didoakan malaikat. Dalam sabda Beliau yang disinggung pada bagian atas, malaikat akan senantiasa memberikan do’a perlindungan kepada umat muslim yang senantiasa wudhu sebelum tidur. Padahal malaikat adalah makhluk yang senantiasa berdzikir kepada Allah. niscaya do’anya akan senantiasa dikabulkan pula oleh Allah. Oleh karena itu, senantiasa berwudhu itu adalah hal yang wajib kita lakukan.

Pelet Bulu Perindu Sukma
Anda punya masalah dengan asmara
kekasih pergi meninggalkan anda
jangan tunggu sampai kekasih anda di samber orang
buat pasangan anda kembali bertekuk lutut
Klik di sini
Pesan call/sms 087868523235 Pin BB 2B3EE960 -


Ramalan Prabu Jayabaya Tentang Pulau Jawa


5.  MENGUNGKAP JANGKA JANGKANING JAMAN

PRABU jayabaya membuat jangka atau ramalan yang isinya sejak pulau jawa didatangi oleh manusia pada tahun Saka 10 hingga hari Kiamat Kubra (Kiamat Besar) yang diperhitungkan 2100 tahun matahari lamanya. jika dihitung dengan tahun rembulan selama 2163 tahun.

1. Tentang Cakra Manggilingan

Jangka Jayabaya yang berisi ramalan tentang keadaan yang perlu diketahui oleh manusia diterangkan Prabu jayabaya sebagai berikut:

a.    Cakra manggilingan, jaman iku owah gingsir

Hidup itu bagaikan roda yang terus berputar, jaman itu selalu berubah.Sejarah dunia merupakan ritus kala "wak¬tu'yang akan selalu berputar. Ada kalanya jaman makmur sejahtera, ada kalanya zaman menjadi kacau-balau. Se¬perti cakra 'roda' yang selalu manggilingan 'berputar', ada saatnya di atas dan ada saatnya harus di bawah. Kebaikan, kejahatan silih berganti memimpin dunia. Kemakmuran dan kemelaratan silih berganti menghampiri nasib, manusia.

b.    Mbesuk wolak-waliking jaman bakal teka.

Lambat-laun akan datanglah zaman yang serba terbalik¬balik itu. Tunggulah sang kala itu. Kala di mana tata nilai telah terjungkir balik. Zaman di mana kesesatan menjadi nabi yang diikuti oleh banyak orang dan kebaikan men¬jadi suatu yang dibenci dan dikejar-kejar untuk dimusnahkan. Lambat laun akan terjadi. Dan pada saat ini, atau sudah sejak beberapa dekade yang lalu, banyak peristiwa dari ramalan dari Sang Dwija Agung ini telah terjadi. Lambat laun, tapi jelas!

c.    Akeh wong wani nglanggar sumpahe dhewe.

Banyak orang berani melanggar sumpah yang diucapkannya sendiri. Sumpah bukan lagi sesuatu yang sakral. Hukum pun kehilangan supremasinya. Sumpah dlanggap sebagai angin lalu yang dengan mudah dibolak¬balikkan tergantung kepentingan. Pejabat bersumpah untuk menegakkan kebenaran dan membela rakyat. Akan tetapi jika kepentingannya terganggu, ia berani berbuat yang melanggar sumpah jabatannya demi nama baik.

d.    Manungsa padha seneng nyalahake liyan, ora ngendahake hokum Allah.

Manusia saling lempar kesalahan, orang menyepelekan hukum Allah.demi ambisi pribadi, orang tega menghasut, memfitnah bahkan membunuh orang lain. Orang merasa benar sendiri. Gajah di pelupuk mata tidak tampak, kuman di seberang lautan kelihatan. Hukum Allah pun akhirnya disepelekan. Hukum rimba meraja. Siapa kuat ialah yang menentukan hukum. Siapa yang lemah ia akan terdesak.

e.    Barang jahat dlangkat-angkat, barang suci dibenci.

Orang menghalalkan segala cara demi kepentingan diri dan kelompoknya. Kejahatan yang seharusnya dimusuhi tapi justru dipakai jika itu membawa keuntungan bagi diri dan kelompoknya. Orang bukan lagi membela kebe¬naran tapi membela keuntungan yang sebanyak-banyak¬nya. Sedangkan kesuclan jika dirasa mengganggu dirinya maka diabaikan, bahkan disingkirkan.

f.    Sekilan bumi dipajeki.

Setiap jengkal tanah, semakin besar nilainya. Penduduk semakin banyak. Lebih dari enam miliar manusia menge¬lilingi bola dunia. Tanah menjadi aset yang paling mahal bagi manusia. Maka negara pun mengambil untung dari setiap petak tanah yang dikuasainya. Pada zaman kerajaan menggunakan sistem upeti glondhong pengareng-areng peni-peni raja peni guru bakal guru dadi dari seorang adipati kepada raja. Kini, setiap meter tanah diukur dengan pengukur yang tepat dan warga masyarakat diberi hak memilikinya dengan kewajiban membayar pajak kepada negara.

Pelet Bulu Perindu Sukma
Anda punya masalah dengan asmara
kekasih pergi meninggalkan anda
jangan tunggu sampai kekasih anda di samber orang
buat pasangan anda kembali bertekuk lutut
Klik di sini
Pesan call/sms 087868523235 Pin BB 2B3EE960 -


Mengenal Negara Dan Bangsa Dalam Zaman Kraton


Sarana Kuwating Negara
Wejangan Prabu Jayabaya raja agung Kraton Kediri tentang soal negara dan bangsa dalam zaman ini adalah sebagai berikut:

1)    Bangsa iku minangka sarana kuwating negara, mula aja nglirwakake kebangsanira pribadi, supaya kanugrahan bangsa kang handana warih.
Bangsa itu sebagai sarana untuk kuatnya suatu negara, oleh karena itu jangan mengabaikan rasa kebangsaanmu sendiri, agar memiliki bangsa yang berjiwa ksatria.

2)    Negara iku ora guna lamun ora darbe angger-angger minangka pikukuhing negara kang adhedhasar isi kalbune menungsa salumahing negara kuwi.
Negara tidak akan berguna kalau tidak mempunyai un¬dang-undang yang menjadi dasar kuatnya suatu negara, yang sesuai dengan isi jiwa seluruh bangsa itu.

3)    Kang becik iku lamun ngerti anane bebrayan agung, ing ngarsa asung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.
Yang baik itu kalau mengerti akan hidup bermasyarakat dan bernegara, maka di depan memberi teladan, di te¬ngah menjadi penggerak, di belakang memberi daya kekuatan.

4)    Negara bisa tentrem lamun murah sandhang kalawan pangan, marga para kawula padha seneng nyambut karya, ian ana penguwisa kang darbe sipat berbudi bawaleksana.
Negara itu dapat tenteram kalau murah sandang pangan, sebab rakyatnya gemar bekerja, dan ada penguasa yang mempunyai sifat adil dan berjiwa mulia.

5)    Wadya bala kang seneng kawula alit, iku dadi senengane para kawula sajroning praja, gawe kukuh sarta minangka tamenging negara.
Prajurit yang mencintai rakyat jelata, akan disayangi rakyat dalam negara itu, dan membuat kokohnya negara dan menjadi perisai negara.

6)    Para mudha aja ngungkurake kawruh kang nyata, amrih karya ungguling bangsa ian bisa gawe rahayuning sasama.
Para pemuda jangan mengabaikan ilmu pengetahuan yang nyata, agar negaranya menjadi mashyur dan dapat membuat keselamatan sesamanya.

7)    Negara kang kasuwur kasmungan kanugrahaning Hyang Widi, maujud tatanan praja ian tatanan batin kang murakabi rahayuning bangsa, wadyabalane kuwat ian kawulane suyud.
Negara yang tersohor itu adalah yang dilindungi Tuhan, mewujudkan tata pemerintahan dan kesejahteraan batin yang berfaedah bagi keselamatan bangsa, tentaranya kuat dan rakyatnya setia.

8)    Panguwasa iku kudu gawe tentrem para kawulane, marga yen ora mengkono bisa dadi kawula ngrebut negara.
Penguasa itu harus membuat tenteram rakyatnya, kalau tidak dapat terjadi rakyatnya akan merebut kekuasaan dalam negara itu.

9)    Negara kuwat iku amarga kawulane seneng uripe ian disuyudi dening liya negara.
Negara itu kuat kalau rakyatnya senang hidupnya dan dihormati oleh negara lain.

10)    Ratu kang darbe watek ber budi bawa leksana, ambeg paramarta, trahing kusuma rembesing madu, wijiling atapa, iku mesthi dipundhi-pundhi dening para kawula.
Penguasa yang berjiwa besar dan berhati mulia, ambeg paramarta, berbuat adil, luhur lahir batin dan gemar prihatin, pasti dijunjung tinggi oleh rakyatnya.

11)    Kawula iku minangka tamenging negara, samangsa ana panca baya.
Rakyat itu merupakan perisai negara, sewaktu-waktu ada mara bahaya.

12)    jaman kang ora kepenak kanggo kawula bakal ilang lamun wus ana wong kang bisa mbengkas karya.
Jaman penderitaan rakyat akan hilang kalau sudah ada orang yang dapat menghilangkan hal-hal yang menyu¬litkan.

13)    Jaman ora kepenak tumrap kawula bakal ilang lamun wus ana janma kang sabar sarana mulang ngelmu marang kawula kanggo ketentramaning jagad.
Jaman penderitaan rakyat akan hilang kalau sudah ada manusia sabar yang mengantarkan pengajaran pengeta¬huan kepada seluruh rakyat bagi ketentraman dunia.

14)    sandhang kalawan pangan iku tumraping kawula kudu diper¬lokake, mula sira aja nyepelekake sandhang kalawan pangan. Mangkono uga katentreman atine kawula perlu, supaya ora ana kridha paripeksa  sing tumama.
Sandang pangan bagi rakyat itu haruslah dipentingkan, oleh karena itu jangan mengabaikan sandang dan pangan. Demikian pula ketenteraman hati rakyat itu perlu, agar tidak ada tindakan paksaan dan kekerasan.

15)    Lamun sira dadi wadya-balaning negara, aja sira kepengin ku¬wasa dhewe, jalaran ing tembe bakal ana wong sing bisa ngalahake sira, yen sira wus ora kasinungan maneh. Dene wadya-bala kang kepengin kuwasa marga sing mengku negara ora darbe watak berbudi bawa leksana, iku bisa dadi tetungguling prajurit ing negara kuwi.
Kalau engkau menjadi prajurit, janganlah engkau ingin berkuasa sendiri, sebab akan ada yang mengalahkan diri¬mu, jikalau engkau sudah tidak ketempatan derajat lagi. Sedang prajurit yang ingin berkuasa karena ada penguasa negara yang tidak berjiwa besar dan berhati mulia, itu bisa menjadi pemuka prajurit di negara itu.

16)    Yen wong becik kang kuwasa, kabeh kang ala didandani lamun kena, dene yen ora kena disingkirake, mundhak nulari (cuplak andheng-andheng).
Kalau orang baik yang berkuasa, semua yang jelek kalau dapat diperbaiki, sedangkan kalau tidak dapat diperbaiki disingkirkan saja, agar tidak menular kejelekannya.

17)    Wataking manungsa iku kepengin kuwasa, nanging Hyang Widi iku bakal maringi penguwasa miturut karsaning Hyang Widi pribadi.
Sifat manusia itu ingin berkuasa, tetapi Tuhan akan mem¬beri kekuasaan sesuai dengan kehendak Tuhan sendiri.

18)    Negara kuwat uga marga saka wadyabalane kuwat lan kawulane suyud. Negara kang kuwat iku kalebu kasinungan kanugrahan dening Kang Maha Kuwasa. Dene kang mengku negara kudu ndarbeni watak ber budi bawa leksana.
Negara kuat antara lain memang disebabkan karena ten¬taranya kuat dan rakyatnya patuh. Negara yang kuat itu termasuk diberi anugerah dari Tuhan. Sedang penguasa harus memiliki watak jiwa besar dan berhati mulia.

19)    Negara kang mung kuwat marga wadya-balane, lan disuyudi dening kawulane, iku durung mesthi kuwat salawase, jalaran kawula mau suyude mung marga wedi kayo wadya-balane mau. Dene negara kuat marga kawulane suyud kamangka wadya¬bala kurang kuwat, iku marga kasinungan dening Kang Mahakuwasa. Apa dene kang mengku mau darbe watakber budi bawa leksana
Negara kang semata-mata kuat karena tentaranya kuat dan rakyatnya taat, itu belum tentu kuat selamanya, sebab rakyat itu tunduknya hanya karena takut terhadap tentara itu. Sedang negara kuat semata-mata karena rakyatnya taat padahal tentaranya tidak kuat, itu semata-mata kare¬na anugerah Tuhan Yang Mahaesa. Apalagi kalau yang menjadi penguasa mempunyai watak jiwa besar dan hati mulia.

20)    Desa mawa cara negara mawa tata
Masing-masing desa dan masing-masing negara itu mem¬punyai tata cara sendiri-sendiri. (Lain ladang lain bela¬lang, lain lubuk lain ikannya).

21)    Kawula kang seneng uripe marga penggaotane akeh pametune, ing kono negarane bisa tentrem ora ana wong colong jupuk.
Bila rakyat yang senang kehidupannya lantaran pekerja¬annya banyak menghasilkan, negara akan menjadi tenteram, dan tidak ada yang mencuri milik orang lain.
22)    Lamun sira darbe penguwasa aja sira luru aleman, jalaran iku mau bakal ketemu pituwase kang ora prayoga.
Kalau engkau menjadi penguasa janganlah hanya ingin dipuji-puji Baja, sebab hal yang demikian itu akibatnya tidak baik.

23)    Kuwasa marga diangkat kancane utawa sedulure kang lagi ku¬wasa, iku ngibaratake melu payu. Dene darbe panguwasa marga kapinteran lan kasinungan nugraha dening Hyang Widi iku ora kalebu melu payu.
Berkuasa lantaran diangkat teman atau saudaranya yang sedang berkuasa, itu ibarat ikut-ikutan. Sedang berkuasa lantaran adanya kepandalan dan anugerah Tuhan itu ti¬dak tergolong ikut-ikutan.

24)    Ratu kang ngegungake pepak gegamane ora kajen uripe, marga kawulane wedi yen dipateni.
Penguwasa yang hanya membanggakan kuat persenjata¬annya itu tidak terhormat hidupnya, karena rakyatnya takut kalau dibunuh.

25)    Ing negara kang kasuwur murah sandhang kalawan pangan  lan para kawula padha seneng nyambut karya, iku mesthi ana penguawasa kang darbe watak ber budi bawa leksana lan uga ana janma kang handana warih. Mula yen negara kepingin ku¬wat tirunen kahanan kang kaya mengkono iku.
Bila negara tersohor murah sandang serta pangan dan rakyatnya senang bekerja, hal yang demikian itu pasti disebabkan ada penguasa yang berjiwa besar dan berhati mulia, serta ada juga orang yang mampu membawa kese¬jahteraan. Oleh karena itu jika negara ingin kuat contohlah keadaan yang seperti itu.

26)    Lamun ana penguwasa asale saka wong ala, iku ora Tawas bakal konangan alane, sebab kabeh mau wis kawaca saka tumindake penguawasa mau.
Jikalau ada penguasa yang berasal dari orang yang tidak baik, tidak lama pasti akan tampak dari tindakan pe¬nguasa itu.Sebab tindakan penguasa yang demikian dapat dibaca orang.

27)    janma iku tan keno kinira kinaya ngapa, mula aja sira seneng ngaku Lan rumangsa pincer dhewe.
Manusia itu walau bagaimanapun tidak bisa diterka, oleh karena itu janganlah engkau suka mengaku dan merasa paling pandai.

28)    Ing wektu akeh wong kang seneng uripe marga panggautane akeh pametune, ing kono negara bisa tentrem, ora ana wong colong,jupuk darbeking negara.
Pada saat banyak orang senang hidupnya karena hasil kerjanya banyak, di situ negara tenteram, tidak ada orang yang mengambil atau mencuri kepunyaan negara.

29)    Samangsa ana negara rusak amarga ana peperangan, ing kono kawula pada kepengin marang darbeking hyan kang isih wutuh ora rusak marga peperangan. Mula negara kudu nyarujuki wong sugih dana weweh marang wong mlarat.
Pada saat negara rusak karena ada peperangan, di situ rakyat ingin memiliki kepunyaan orang lain yang masih utuh dan tidak rusak karena peperangan. Oleh karena itu pemerintah harus menyetujui maksud orang kaya yang ingin memberi dana sedekah kepada orang miskin.

30)    Ratu iku durung mesthi kepenak uripe, lamun ora bisa ngawruhi kawulane.
Penguasa itu belum tentu enak hidupnya, kalau tidak mengetahui aspirasi rakyatnya.

31)    Ratu kang mung seneng uripe marga akeh bandhane, ing tembe matine ora kajen. Mula dadi Ratu aja sawiyah-wiyah marang kawulane.
Penguasa yang enak hidupnya hanya karma banyak harta bendanya, kelak matinya tidak akan terhormat. Oleh ka¬rma itu jangan kejam dan sewenang-wenang terhadap rakyatnya.

32)    Perang iku tumraping kawula pancen ora seneng, jalaran mung gawe rup. panggaotane, Hanging tumraping satriya kang tinanggenah nata negara, perang iku malah seneng luwih-luwih yen perange menang.
Perang itu bagi rakyat memang tidak menyenangkan, sebab hanya merugikan nafkah pekerjaannya, tetapi bagi ksatria yang bertugas menjaga negara, adanya perang itu malah menyenangkan, lebih-lebih kalau perangnya itu membawa kemenangan.

33)    Negara akeh pepeteng, jalaran kurang sandhang kurang pangan lan penguwasa datan darbe watak be budi bawa leksana, tur ora ana janma kang handana warih, ing kono negara bakal dikuwasant dhemit lan banaspati.
Kehidupan negara akan menjadi gelap-gulita, apabila ku¬rang sandang kurang pangan dan penguasanya tidak ber¬jiwa besar dan berhati mulia; lagi pula tidak ada orang yang mampu mewujudkan kesejahteraan, di situ Negara akan dikuasai oleh dhemit dan banaspati.

34)    Ratu kang murang Barak iku aja diajeni, jalaran ratu kang kayo mengkono iku gawe rusaking negara.
Penguasa yang kejam dan serakandan melanggar aturan agama jangan dihormati, sebab penguasa yang demikian itu akan membuat rusak negara.

35)    Ratu kang seneng wanita akeh, iku uga bisa gawe rusaking ne¬gara, jalaran para putra padha rebutan bandha lan penguwasa.
Penguasa yang senang kawin banyak itu juga dapat mem¬buat rusak negara, sebab anak-anaknya berebutan harta benda dan kekuasaan.

36)    Perang iku becik lamun tujuwane nggayuh kamardikaning ne¬gara lan bangsane, lan perang iku ala lamun kanggo njarah¬rayah darbeking hyan.
Perang itu baik kalau bertujuan untuk kemerdekaan ne¬gara dan bangsa, tapi jelek kalau perang itu bertujuan merampas harta benda orang ataupun negara lain.

37)    Sing sapa wedi perang iku padha kayo wedi marang kasunyatan, jalaran perang iku uga kasunyatan. Yen ora ana perang babar pisan, iku pretandha ing tembe bakal ana perang gedhen.
Barangsiapa takut akan adanya perang sama dengan ta¬kut terhadap kenyataan, sebab perang itu juga merupakan kenyataan. jikalau tidak ada perang samasekali, itu me¬ngandung isyarat bahwa di kemudian hari bakal terjadi perang besar-besaran.

38)    Sing sapa ora gelem gawe becik marang Lynn, aja sirap ngarep¬arep yen bakal oleh pitulungan ing liyan.
Barangsiapa tidak mau berbuat baik terhadap orang lain, janganlah mengharap akan mendapat pertolongan orang lain.

39)    Wong ala samangsa kuwasa aja dicedhaki, sebab mbilaheni, saga mundhak angkara murkane, lan meneh bakal dienggo srana menangake kang ala mau. Orang jahat kalau berkuasa jangan didekati, sebab ber¬bahaya; ia akan tambah angkara murkanya, lagipula eng¬kau akan dipakai sebagai sarana untuk memenangkan kejahatan itu.

40)    Wong ala iku lamun kuwasa banjur sawiyah-wiyah nguja hawa napsune, lan uga ngagung-agungake penguwasane, mula aja nganti wong ala bisa nyekel penguwasa.
Orang jahat kalau berkuasa akan bertindak sewenang¬wenang, melampiaskan hawa nafsunya dan membangga¬kan kekuasaannya. Oleh karena itu jangan sampai ada orang jahat memegang kekuasaan.

41)    Wong kang rumangsa nindakake panggawe kang kurang pra¬yoga, nanging emoh mareni, iku aja dicedhaki, mundhak nulari.
Orang yang merasa menjalankan pekerjaan yang tidak sepantasnya, tetapi tidak mau mengakhiri, jangan dide¬kati, agar tidak ketularan.

42)    Wong ala yen bisa kuwasa, kang ala iku diarani becik, kosok baline yen wong becik kang kuwasa, kang becik iku kang ditindakake.
Orang yang jahat kalau dapat berkuasa, segala yang jelek dikatakan baik, sebaliknya kalau orang baik-baik yang berkuasa, maka hal-hal yang baiklah yang dijalankan.

43)    Pathokaning negara iku dumunung ana angger-anggering negara.
Pedoman negara itu terletak pada undang-undang negara

44)    Dhasaring negara iku ana lima, kapisan pasrah anane negara iki marang Kang Murbeng Dumadi. Kapindho precaya marang anane manungsa iki saka Kang Murbeng Dumadi. Kaping telu aja sira nglirwakake bangsanira pribadi. Kaping papat sira aja mung kepengin menang dhewe, mula prelu rerembugan amrih becike. Kaping lima kewajiban aweh sandhang kalawan pangan lan uga njaga katentreman lahir kelawan batin.
Dasar negara itu ada lima, pertama, pasrah adanya ne¬gara itu kepada Tuhan. Kedua, percaya bahwa manusia ini dari Tuhan adanya. Ketiga, jangan mengabaikan bang¬samu sendiri. Keempat, engkau jangan ingin menang sen¬diri karena itu harus suka berunding bagaimana baiknya. Kelima, berkewajiban memberi sandang-pangan Berta ketenteraman lahir-batin.

45)    jaman kang ora kepenak, akeh wong pangkat dikuya-kuya, wong sugih dirayah bandhane. Nanging jaman kepenak kosok baline, gentho coaling ora ana, sing ana mung tentreme kawula.
Di dalam zaman yang tidak menyenangkan banyak orang berpangkat dikejar dan disiksa, orang kaya dirampok harta bendanya. Tetapi pada zaman enak sebaliknya, pen¬curi tidak ada, yang ada hanya ketentraman rakyat.

46)    Rumangsa melu handarbeni. Wajib melu hanggondheli. Mulct sarira hangrasa wani.
Merasa ikut mempunyai. Wajib ikut membela. Berani mawas diri.

9. Aja Andhisiki Kersa
Wejangan Prabu Jayabaya raja agung Kraton Kediri tentang mengelola kehendak dalam zaman ini adalah sebagai berikut:

1)    Aja andhisiki kersane Pangeran
Jangan mendahului kehendak Tuhan.
2)    Aja sira mung kelingan barang kang katon wae, sebab kang katon gumelar iki anane malah ora langgeng.
Janganlah engkau hanya ingat keadaan yang tampak saja, sebab hal yang tampak ini adanya malah tidak abadi.
3)    Aja sira wani marang wong atuwanira, jalaran sira bakal kena bendhu saka Kang Murbeng Dumadi.
Janganlah engkau berani terhadap orang tuamu, sebab engkau akan kena murka dari Tuhan.
4)    Aja darbe pangira yen piyandelira iku dhewe kang saka Hyang Widi. Kabeh piyandel iku asale saka Hyang Widi. Ing ngendi pagan Hyang Widi iku ana.
Jangan beranggapan kalau imanmu itu saja yang dari Tu¬han. Semua iman hakikatnya berasal dari Tuhan. Di mana¬mana Tuhan itu ada.

10. Menjunjung Tinggi Persaudaraan
Wejangan Prabu Jayabaya tentang perlunya menjunjung tinggi persaudaraandan berhubungan dengan orang lain adalah sebagai berikut:

1.    Aja lali marang kebecikaning hyan.
Jangan lupa akan kebaikan orang lain.
2.    Aja lali marang kahanan kang tau gawe susah, jalaran kang kaya mengkono mau bisa bali maneh, mula kudu ngati-ati.
 Jangan melupakan sesuatu yang pernah menyusahkan, sebab hal yang demikian itu dapat berulang kembali, oleh karena itu harus selalu berhati-hati.
3.    Aja lali marang penggawe becik, jalaran penggawe becik iku minangka dalane mulyanira.
Jangan melupakan perbuatan baik sebab perbuatan yang baik itu sebagai lantaran kemuliaanmu.
4.    Aja sira deksura, ngaku luwih pinter tinimbang sejene.
Janganlah congkak, merasa lebih pandai daripada yang lain.
5.    Aja rumangsa bener dhewe, jalaran ing donya iki ora ana sing bener dhewe.
Jangan merasa engkau yang paling benar, sebab di dunia ini tidak ada yang paling benar.
6.    Aja semangkeyan rumangsa dadi wong sugih, nuh lah marang wong atuwane, jalaran iku ateges ora mikani Hyang Widi.
Jangan sok merasa menjadi orang kaya, sehingga melu¬pakan orang tuanya sendiri, sebab hal yang demikian itu sama dengan tidak mengerti Tuhan.
7.    Aja wedi kangelan, jalaran urip aneng donya iku pancen angel.
Jangan takut menghadapi kesukaran, sebab hidup di du¬nia memang sukar.
8.    Aja tansah gawe gelaning liyan, iku prasasat gawe gelaning awake dhewe.
Jangan selalu membuat kecewa orang lain, sebab mem¬buat kecewa orang lain itu akan membuat kecewa diri sendiri.
9.    Aja gawe serik atining liyan.
Jangan menyakiti hati orang lain.
10.    Aja golek mungsuh
Jangan mencari musuh.
11.    Aja wani marang leluhur, jalaran leluhur iku kagolong bathara.
Jangan berani terhadap leluhur, sebab leluhur itu ter¬golong bathara.
12.    Aja sira mulanggething marang hyan, jalaran iku bakal nandur cecongkrahan kang ora ana uwis-uwis.
janganlah mengajarkan kebenclan terhadap orang lain, sebab hal yang demikian menanam percekcokan yang tidak ada habis-habisnya.
13.    Aja kaget Lan gumun samubarang gumelaring donya.
Jangan terkejut dan heran terhadap apa yang terjadi di dunia.
14.    Aja ngumbar hawa napsu, mundhak sengsara uripe.
Jangan melampiaskan hawa nafsu, kalau tidak ingin seng¬sara hidupmu.
15.    Aja melik darbeking hyan.
Jangan menghendaki (secara tidak sah) kepunyaan orang lain.
16.    Aja cidra ing janji.
Jangan mengingkari janji.
17.    Aja dumeh
Jangan sok
18.    Aja kumalungkung
Jangan merasa lebih.
19.    Aja kumingsun
Jangan merasa benar dan kuasa sendiri.
20.    Aja dhemen cidra
Jangan suka ingkar janji.
21.    Aja munasika kewan.
Jangan menyiksa binatang.
22.    Aja gumedhe
 Jangan sok merasa menjadi orang besar
23.    Aja tumindak rusuh
Jangan bertindak kasar
24.    Aja ngrusak pager ayu
Jangan merusak kebahagiaan orang lain (mengganggu suami/istri orang lain)
25.    Aja dahwen
Jangan suka mencela
26.    Aja drengki
Jangan dengki
27.    Aja kuminter
Jangan sok pandai
28.    Aja kareman
Jangan suka mempunyai kegemaran yang berlebih-lebihan
29.    Aja ambeg siya
Jangan suka sewenang-wenang menyiksa.
30.    Aja ngece wong ora duwe
Jangan menghina orang yang miskin.
31.    Aja gegedhen rumangsa
Jangan terlalu besar perasaan.
32.    Aja adigang, adigung, adiguna
Jangan memamerkan keluhuran, Jangan memamerkan kekuatan, memamerkan kepandaian.
33.    Aja nggege mangsa
 Jangan mengharap-harap yang belum waktunya
34.    Aja nampik rejeki
Jangan menolak rejeki.
35.    Ala semangkeyan rumangsa dadi wong sugih lan pangkat, nuli ninggal marang wong tuwane.
Jangan mentang-mentang merasa menjadi orang kaya dan berpangkat, sehingga melupakan orang tea sendiri.
36.    Aja dawa tangane
Jangan panjang tangan
37.    Aja panasten
Jangan suka pangs hati karena iri.
38.    Aja dadi wong kang kuciwa uripe, iku dude wong kang utama.
Jangan menjadi orang kecewa hidupnya, sebab orang yang kecewa hidupnya itu bukan orang yang arif.
39.    Aja seneng gawe gendra, jalaran gawe gendra iku sipating dhemit.
Jangan suka membuat perselisihan sebab orang yang suka membuat perselisihan itu sifatnya dhemit (sejenis setan).
40.    Aja seneng yen den alem, aja sengit yen den cacad.
Jangan girang kalau dipuji dan jangan benci kalau dicela.
41.    Aja kesusu ngaku kendel, ngaku suci lan wani ana ngarepe wong pinunjul. Sing saga bisa ngalahake wong kendel sates, iku Iagi keno disebut wani.
Jangan keburu mengaku sebagai pemberani, mengaku suci dan berani dihadapan orang besar. Barangsiapa dapat mengalahkan orang pemberani seratus, baru dapat dise¬but pemberani.
42.    Aja lali piwulang kang becik.
Jangan melupakan ajaran yang baik.
43.    Aja lali marang ngelmu kang karya tentreming ati, jalaran kuwi kang bisa gawe mulyanira lahir-batin.
Jangan lupa terhadap pengetahuan yang dapat menente¬ramkan hati, sebab yang demikian itu membuat tentram lahir-batin.
44.    Ala aweh kasekten marang durjana
Jangan memberi kesaktian kepada orang jahat.
45.    Aja lali marang kahanan kang marakake perang, jalaran yen sira tansah lali, bakal tansah ana perang wae.
Jangan lupa terhadap penyebab peperangan, sebab kalau engkau lupa, maka akan selalu terjadi peperangan.
46.    Aja mburu aleman
Jangan ingin dipuji-puji saja.
47.    Aja selingkuh
Jangan suka bermain serong dan tidak jujur.
48.    Aja seneng madon
Jangan senang main perempuan (berzina)
49.    Aja seneng main
Jangan gemar berjudi
50.    Aja seneng maido
Jangan suka membantah.
51.    Aja seneng madat
Jangan gemar menyedot candu dan narkoba
52.    Aja dhemen nyar
Jangan hanya senang kalau masih baru saja.
53.    Aja bosenan
Jangan menjadi pembosan
54.    Aja gebyah uyah padha asine.
Jangan suka menyamaratakan terhadap sesuatu.
55.    Aja dadi wong pin ter keblinger.
Jangan menjadi orang pandai yang salah jalan.
56.    Ala mung tuwa tuwas.
Jangan hanya menjadi tua yang tidak ada artinya.
57.    Aja deksura
Jangan kurang ajar dan menyengsarakan pihak lain.
58.    Aja mung nyatur alaning liyan.
Jangan hanya memperbincangkan kejelekan orang lain.
59.    Aja golek menang dhewe
Jangan mencari menang sendiri
60.    Aja gampang keli ing swaraning hyan
Jangan mudah hanyut terhadap kata-kata orang.
61.    Aja taberi utangan
Jangan gemar mencari hutangan.
62.    Aja seneng royal
Jangan gemar royal (pemboros)
63.    Aja nyenyamah wong tuwa mundhak cilaka.
Jangan menghina orang tua nanti celaka.
64.    Aja nyenyamah wong suci, mundhak nampa siku dhendha
Jangan menghina orang suci nanti kena siku denda (ku¬walat)
65.    Aja pisan nacat ing hyan, ora ana wong kang ora cacat.
Jangan sekali-kali mencela orang lain, sebab tidak ada orang yang tanpa cacat.
66.    Aja memitran karo wong ala mundhak ketularan alane. Sra¬wunga karo sujana, ben ketularan pmtere.
Jangan bersahabat dengan orang jahat, nanti ketularan jahatnya. Bergaullah dengan orang pandai, biar ketularan pandainya.
67.    Aja dumeh kuwasa, mundhak kena walahe.
Jangan sok kuasa, nanti kena akibatnya.
68.    Ala tansah gawe rusak
Jangan selalu membuat rusak
69.    Aja wedi marang penggawe becik, lan wani marang penggawe ala.
Jangan takut berbuat baik dan berani berbuat jahat.
70.    Aja mung golek gampange wae, jalaran iku kelebu wong ora becik tumindake
Jangan hanya mencari gampangnya saja, sebab yang demikian itu tergolong orang yang tidak baik perbuatannya.
71.    Aja seneng nggampangake
Jangan suka menggampangkan
72.    Aja seneng lelaku kanggo ngrusak ketentremaning liyan, awit iku bakal kena piwalese saka pakartinira pribadi.
Jangan suka tapa brata untuk merusak kebahagiaan orang lain sebab nanti kena pembalasan dari perbuatanmu itu.
73.    Aja ngaku bisa dadi wong suci dhewe, jalaran iku durung kena diarani wong suci yen isih gelem colong jupuk darbeking liyan.
Jangan mengaku menjadi orang yang masih paling suci, sebab belum dapat dikatakan orang suci kalau masih suka mengambil milik orang lain.


Pelet Bulu Perindu Sukma
Anda punya masalah dengan asmara
kekasih pergi meninggalkan anda
jangan tunggu sampai kekasih anda di samber orang
buat pasangan anda kembali bertekuk lutut
Klik di sini
Pesan call/sms 087868523235 Pin BB 2B3EE960 -


Melik Darbeking Liyan Wejengan Prabu Jayabaya



1.    Bandha iku perlu nanging aja diumuk-umukake, drajat ian pangkat iku perlu, aja dipamer-pamerake, jalaran bisa mlesetake awake dhewe.
Jangan menyombongkan harta benda, Jangan memamerkan drajat dan pangkat meskipun pangkat dan drajat itu perlu, sebab dapat menggelincirkan dirimu sendiri.

2.    Aja melik darbeking hyan, marga rajabrana ian wanita iku bisa gawe congkrahing para sujana ian uga gawe nisthaning ati.
Jangan menginginkan kepunyaan orang lain, sebab harta benda dan wanita itu dapat membuat pertengkaran orang pandai-pandai, lagi pula dapat membuat hati nista.

3.    Aja ngegungake dadi wong sugih bandha mundhak kuciwa ing tembe mburine, sebab kahanan kang ana iki bisa rusak.
Jangan membanggakan diri menjadi orang kaya supaya tidak kecewa di belakang hari. Sebab keadaan ini semua dapat rusak.

4.    Aja seneng mamerake bandha ian ngegungake pangkat, sebab bandha bisa lunga drajat bisa oncat.
Jangan senang memamerkan harta benda dan menyom¬bongkan pangkatnya, sebab harta itu dapat habis dan drajat dapat hilang.

5.    Aja seneng bandha kang ora becik.
Jangan suka terhadap harta yang tidak baik.

6.    Aja seneng marang wong kang Iagi nguja hawa napsu marga akeh bandhane jalaran bandha mau bisa gawe cilaka amarga durung mesthi bandha kang resik.
Jangan suka terhadap orang yang sedang melampiaskan hawa nafsu lantaran banyak hartanya, sebab harta tadi dapat mencelakakan, kalau harta tadi bukan harta yang bersih.

7.    Aja sira mung lelaku kanggo golek bandha wae, jalaran iku malah gawe nistha ing tembe mburi.
Jangan menjalankan tapa brata hanya untuk mencari kekayaan, sebab hal demikian itu malah membuat hina di kemudian hari.

8.    Aja sira mung seneng lelaku kanggo golek drajat ian pangkat wae, jalaran bisa mlesedake sira pribadi.
Jangan hanya menjalani tapa brata untuk mencari drajat dan pangkat, sebab dapat menggelincirkan dirimu sen¬diri

Pelet Bulu Perindu Sukma
Anda punya masalah dengan asmara
kekasih pergi meninggalkan anda
jangan tunggu sampai kekasih anda di samber orang
buat pasangan anda kembali bertekuk lutut
Klik di sini
Pesan call/sms 087868523235 Pin BB 2B3EE960 -


Pangkat Lan Bandha Wejengan Prabu Jayabaya



1.    Aja mung ngaku wong tuwa lamun wong atuwamu katon sugih lan dhuwur drajate, jalaran sira iku asale saka wong tuwanira senajan kaya ngapa wujude.
Jangan hanya mengakui orang tua kalau orang tuamu kaya dan tinggi drajatnya saja, sebab engkau itu asalnya dari orang tuamu, bagaimanapun wujudnya.

2.    Aja mulang nganggo basa kasar.
Jangan mengajar dengan bahasa yang kasar.

3.    Aja seneng memisuh ian mala marang garwa.
Jangan suka memaki-maki dan memukuli isteri.

4.    Aja ngendelake awake wong wirya ian sugih bandha, durung mesthi darbe kapinteran sarana ngupaya boga.
Jangan membanggakan anak orang yang berkuasa dan kaya harta benda, karna belum tentu mempunyai kepandaian sebagai sarana mencari pangan.

5.    Aja mung ngegungake duwe pangkat ian duwe bandha, jalaran pangkat ian bandha iku mau bisa sirna sadurunge sira pralaya.
Jangan hanya membanggakan pangkat dan harta yang dimiliki, sebab pangkat dan harta itu dapat lenyap sebe¬lum engkau lenyap.

6.    Aja mung rumangsa bisa, nanging ora bisa rumangsa.
Jangan hanya merasa pandai tapi tidak pandai merasa.

7.    Maratuwa aja diwaneni mundhak silih ungkih.
Jangan berani terhadap mertua agar tidak ada perteng¬karan.

8.     Aja seneng yen lagi darbe panguwasa, serik yen lagi ora darbe panguwasa, jalaran kuwi bakal ana bebendune dhewe-dhewe.
Jangan hanya senang kalau sedang mempunyai kekuasaan, sakit hati kalau sedang tidak mempunyai kekuasaan, sebab hal itu akan ada akibatnya sendiri-sendiri.

9.    Aja mung kepengin menang dhewe kang bisa marakake crahing negara ian bangsa, kudu seneng rerembugan njaga katentreman lahir-batin.
Jangan hanya ingin menang sendiri yang dapat menyebab¬kan perpecahan negara dan bangsa, melainkan harus senang bermusyawarah demi menjaga ketentraman lahir ¬batin.

Pelet Bulu Perindu Sukma
Anda punya masalah dengan asmara
kekasih pergi meninggalkan anda
jangan tunggu sampai kekasih anda di samber orang
buat pasangan anda kembali bertekuk lutut
Klik di sini
Pesan call/sms 087868523235 Pin BB 2B3EE960 -


Jodoh, Rejeki Dan Karir Weton Jumat Legi


Selamat datang di blognya Ki Bejo Sakdonyo yang mana kali akan mencoba memberikan sedikit gambaran tentang Jodoh Rejeki dan kariri weton jumat legi. Walaupun kita tahu bahwa semua itu adalah rahasia Allah SWT tetapi sebagai manusia kita di beri sedikit tentang pengetahuan yang berhubungan dengan nasib berdasarkan kejadian yang telah lalu. namun kita semua harus tahu bahwa semua adalah milik Allah dan kita hanya berusaha, termasuk soial jodoh ,karir dan juga rejeki.

Pada umunya weton Jumat legi adalah weton yang Jujur dan jug a tidak suka bersandiwara dalam mengungkapkan semua isi hati dan pikirannya, terbuka dengan segala hal . Teguh dalam pedniriran tetapi kadang sulit menerima kelemahan orang lain. semua kadang diukur
dengan kemampuanyya sehingga sering terjadi perselisishan. Tetapi bagaimanapun juga ia berhati baik pemurah dan suka menolong orang lain.

Mangsa kapat adalah jenis yang masuk dalam weton Jumat legi secara garus besar weton ini Jodohnya adalah sabtu Pon yang mana akan membawa keberkahan dalam mengarungi hidup berumah tangga, sedangkan kemakmuran akan datang setelah mempunyai anak kedua dengan pantangan selingkub atau berjudi. Jika semua itu bisa dihindari niscaya akan memperoleh kebahagiaan secara utuh dan tahan lama. namun begitu , akan ada badai datang saat kemakmuran didapat yaitu sebuah godaan wanita dalam rumah tangga.

Sedangkan untuk rejeki terbaik datang dari araqh utara dan juga pekerjaan yang cocok adalah usaha home industri atau berwirausaha sehingga bisa berkembang. untuk permulaan usaha selamatan memakau kembang 7 rupa dan di berikan bancaan untuk anak yatim sebanyak 7 buah wadah. dan waktu terbaik adalah ketika pas weton suami atau kita,

Pantangan dalam kehidupan sehari hari adalah hindari tidur berselimut tikar karena akan mendatangkan bahaya berupa digulung ombak jika kita kebetulan sedang mandi di laut atau pantai. Selain itu jangan pernah berpindah tempat makan yang lebih buruk , misalkan dari meja ke lanatai.

Pelet Bulu Perindu Sukma
Anda punya masalah dengan asmara
kekasih pergi meninggalkan anda
jangan tunggu sampai kekasih anda di samber orang
buat pasangan anda kembali bertekuk lutut
Klik di sini
Pesan call/sms 087868523235 Pin BB 2B3EE960 -


Memahami Dan Menguasai Keadaan Dalam Zaman

Nguwasani Kahanan Donya Wejengan Prabu Jayabaya
Wejangan Prabu Jayabaya raja agung Kraton Kediri tentang bagaimana memahami dan menguasai keadaan dalam zaman ini adalah sebagai berikut:


1)    Darbe bandha iku pratandha bisa nguwasani kahanan donya, mung wae udinen katentreman njaba-njero, lahir timbang kalawan batin.
Mempunyai harta benda itu tandanya dapat menguasai dunia, hanya saja usahakanlah ketentraman lahir-batin, yaitu lahir seimbang dengan batin.

2)    Bandha kang resik iku bandha kang saka nyambut karya, ian saka pametu sejene kang ora ngrusakake liyan, dene bandha kang ora resik iku bandha colongan utawa saka nemu duweking liyan kang kawruhan sing duwe
Harta yang bersih itu harta yang asalnya dari bekerja dan dari hasil lainnya yang tidak merugikan orang lain. Sedang harta yang tidak bersih itu harta curian atau me¬nemu kepunyaan orang lain yang ketahuan oleh yang kehilangan.

3)    Kadonyan kang ala iku ateges mung ngangsa-angsa golek bandha donya, ora mikirake kiwa-tengene, uga ora mikirake kahanan batin.
Keduniaan yang tidak baik itu yang berarti hanya menge¬jar-ngejar harta benda saja, tidak memikirkan kiri-kanan serta tidak memikirkan keadaan batin.

4)    Sing sapa rebutan bandha kang marakake crahing negara ian bangsa, iku dudu laku kang utama awit wekasane rusak ne¬garane.
Barangsiapa berebut harta benda yang menyebabkan re¬taknya negara dan bangsa, itu bukan tindak yang mulia sebab akhirnya rusak negaranya.

5)    Lamun ana perang banjur melu perang golek bandha, iku ora kelebu satriya kang bisa perang.
Kalau terjadi peperangan lalu ikut berperang untuk men¬cari harta, itu tidak termasuk kesatria yang dapat ber¬perang.

6)    Wong kang sugih bandha lan sugih sanak sarta sugih kapinteran lan kabecikan, iku luwih mulya katimbang wong kang ngumbar panguwasa lan sawiyah-wiyah.
Orang kaya harta, kaya persaudaraan dan kaya kepan¬dalan serta kebaikan, itu lebih mulia daripada orang yang menggunakan kekuasaannya dan sewenang-wenang.

7)    Golek bandha iku sing samadya wae, udinen katentreman njaba¬njero.
Mencari kekayaan itu secukupnya saja, usahakan keten¬traman lahir-batin.

8)    Sing sapa wedi marang bandha kang ala, iku kalebu manungsa linuwih.
Barangsiapa takut terhadap harta benda yang tidak baik, itu tergolong manusia yang mulia.

9)    Bandha iku dadi kanca lan uga dadi mungsuh.
Harta benda itu menjadi teman dan juga menjadi musuh.

10)    Bandha iku anane aneng donya, mula yen mati ora digawa.
Harta benda itu adanya di dunia, karenanya kalau me¬ninggal tidak dibawa.

11)    Wong golek kemakmuran iku ora kalebu kadonyan.
Orang yang mencari kesejahteraan itu tidak tergolong keduniawlan.

12)    Wong kang sugih bandha sugih sanak ian sugih kapinteran iku luwih mulya katimbang dadi rata.
Orang yang kaya harta, kaya persaudaraan dan kaya ke¬pandalan itu lebih mulia daripada orang yang menjadi raja.

13)    Yen wong urip tanpa bandha sepi uripe, kosok baline urip ngang¬sa-angsa angone golek bandha bakal mati kemulusen lamun bandhane dicolong uwong.
Barangsiapa hidup di dunia tanpa harta samasekali sunyi hidupnya, sebaliknya orang yang mengejar harta akhir¬nya akan mati merana kalau hartanya dicuri orang.

14)    Sing sapa mung gelem perang mung golek bandha, iku ora perlu didadekake pangareping perang, jalaran iku mbilaheni.
Barangsiapa yang mau berperang hanya inginkan harta benda, tidak perlu dijadikan pemuka perang, sebab mem¬bahayakan.

15)    Bandha iku gawe mulya ian uga gawe cilaka. Gawe mulya lamun saka barang kang becik, gawe cilaka lamun saka barang kang ala.
Harta itu membuat mulia namun juga membuat celaka. Membuat mulia kalau dari barang yang baik, membuat celaka kalau dari barang yang tidak baik.

16)    Wong urip iku aja tansah kepengin bandha wae, jalaran kasu¬gihan iku ing samangsa-mangsa bisa gawe cilaka.
Orang hidup jangan menginginkan harta benda saja, sebab kekayaan itu sewaktu-waktu dapat mencelakakan.

17)    Sing sapa kang tansah ngegungake pangkate, wirang lamun ana owahing jaman.
Barangsiapa yang selalu membanggakan pangkatnya, malu kalau ads perubahan jaman (keadaan).

18)    Sing sapa ngegungake bandhane, wirang lamun sirna bandhane
Barangsiapa membanggakan kekayaannya, malu sekah kalau hilang kekayaannya.

19)    Dhek jaman kuna perang iku rebutan bandha, negara, Lan mbo¬yong putri, nanging jaman iku ilang bareng wis ngerti menawa wanita boyongan mau bisa gawe ringkihing negara.
Pada zaman kuna perang itu berebut harta, negara, dan memboyong putri, tapi zaman yang demikian itu hilang setelah mengetahui bahwa putri boyongan itu dapat melemahkan negara.

20)    Sing saga seneng crap kalawan sedulur marga rebutan bandha iku ora apik.
Barangsiapa gemar berselisih dengan saudara hanya ka¬rma berebut harta benda, itu tidak baik.

Pelet Bulu Perindu Sukma
Anda punya masalah dengan asmara
kekasih pergi meninggalkan anda
jangan tunggu sampai kekasih anda di samber orang
buat pasangan anda kembali bertekuk lutut
Klik di sini
Pesan call/sms 087868523235 Pin BB 2B3EE960 -

Tentang Keutamaan Hidup Dalam Zaman

Wulangen Marang Kautaman
Wejangan Prabu Jayabaya raja agung Kraton Kediri tentang keutamaan hidup dalam zaman ini adalah sebagai berikut:


1)    Bapa,biyung iku minangka lantaran urip ing ngalam donya.
Ibu bapak itu sebagai perantara hidup di dunia.

2)    Sing sapa lali marang wong tuwane prasasat lali marang Hyang Widie. Ngabektia marang wong tuwa.
Barangsiapa lupa akan orang tuanya tak ubahnya lupa dengan Tuhannya. Hormatilah orang tuamu.

3)    Putra wayah wulangen marang kautaman, predinen susileng tata, supaya gawe pepadhanging kulawarga.
Anak cucu itu didiklah ke arah keutamaan, didiklah tata susila, agar dapat menjadi sinar cahaya keluarga.

4)    Wong tuwa kang ora ngudi kabecikan, sarta ora ngerti marang negara lan tata krama, kuwi sejatine dudu panutane putra wayah.
Orang tua yang tidak berusaha ke arah kebaikan, serta yang tidak mengerti adat dan sopan santun, itu hakikat¬nya bukanlah panutan bagi anak cucu.

5)    Golek jodho aja mung mburu endahing warna. Pala krama aja ngeceh-eceh bandha.
Mencari jodoh jangan hanya mengejar tampang yang can¬tik rupawan. Pernikahan jangan menghamburkan harta.

6)    Tumrap wong sesomahan kudu amongsih, kulawarga kang apik lamun padha rukun lan darbe panjangka amrih rahayuning jagad.
Orang berumah-tangga harus cinta-mencintai. Keluarga yang baik selalu rukun bersatu dan mencita-citakan ke¬bahagiaan dunia.

7)    Sing sapa seneng urip tetanggan kelebu janma linuwih. Tangga iku perlu dicedhaki nanging aja ditresnani.
Barangsiapa suka hidup bertentangga itu tergolong ma¬nusia yang arif. Tetangga itu perlu didekati akan tetapi jangan dicintai.

8)    Wong urip kudu ngupaya boga. Tuking boga saka nyambut karya. Sregep makarya bisa gawe mulya tumraping kulawarga.
Orang hidup harus mencari nafkah. Nafkah ada kalau bekerja. Rajin bekerja dapat membuat kemuliaan kelu¬arga.

9)    Sadumuk bathuk sanyari bumi ditohi pati.
Selebar dahi sejengkal tanah dibela sampai mati.

10)    Upayanen turuning janma utama.
Carilah manusia utama.

11)    Mikul dhuwur mendhem jero.
Memikul tinggi menanam dalam.

12)    Goleka kanca sing pada tujuanne.
Carilah teman yang bertujuan sama.

13)    Ora ana katresnan kang ngluwihi katresnane wong tuwa marang anak.
Tidak ada kecintaan yang melebihi kecintaan orang tua terhadap anak.

14)    Putra iku tiru bapa biyung idham-idhaman wong tuwa kang becik. Dene wong ala ora bakal mikir kepriye bakal kedadeyane anak tembe mburi.
Orang tua yang baik bercita-cita agar anaknya mengikuti harapan ayah-ibunya. Sedangkan orang tua yang jahat tidak akan memikirkan bagaimana jadinya anaknya di kemudian hari.

15)    Wong tuwa kudu memulang kang prayoga marang putra wayah.
Orang tua harus mengajarkan yang baik dan pantas ke¬pada anak cucu.

16)    Darbe putra utama mesthi denalem kathah ing janma.
Mempunyai anak yang berkebijakan pasti dipuji-puji banyak orang.

17)    Wong kang lali omahe sok mbilaheni.
Orang yang lupa rumahnya sering berbahaya. Mendapat bahaya dari orang jahat.
Mendapat bahaya dari pria atau wanita.
Mendapat bahaya dari sesamanya.

18)    Sing sapa nyembah marang wong tuwa kang ora ngerti negara lan tata krama, kuwi prasasat ngumbah uyuh lan kotoran kang akeh banget
Barangsiapa yang menghormati orang tua yang tidak tahu akan adat dan sopan santun (orang tua jahat), itu sama dengan membersihkan air kencing dan kotoran yang ba¬nyak sekali.

19)    Kulawarga iku aja digawe serik, jalaran mundhak ringkih adeging kulawarga.
Keluarga itu jangan dibikin sakit hati, sebab dapat me¬nyebabkan lemahnya hidup kekeluargaan.

20)    Marang garwa kang rujuk gendhom rukun sekarone.
Kepada suami atau istri harus saling rukun bersama-sama.

21)    Tumrap wong wadon, anak kang dadi wohing among asih.
Bagi seorang ibu, anaklah yang menjadi buah cinta.

22)    Wong tuwa kang ora gelem memulang marang putra wayahe iku dudu wong tuwa.
Orang tua yang tidak mau mendidik anak cucunya, itu bukan orang tua.

23)    Anak itu minangka terusane wong tuwa.
Anak itu sebagai penerus orang tuanya.

24)    Sapa sing mikir anak putune iku janma linuwih, dene wong ala babar pisan ora mikir marang anak putune.
Barangsiapa yang memikirkan anak-cucunya itu tergo¬long orang yang arif. Sebaliknya orang yang jahat sama sekali tidak akan memikirkan anak-cucunya.

25)    Maratuwa iku dadi lantarane rabi utawa lakinira.
Mertua itu sebagai lantaran adanya istri atau suamimu.

26)    Maratuwa iku kudu tresna marang mantu, jalaran mantu iki sisihane putrane.
Mertua harus sayang kepada menantu, sebab menantu itu jodoh anaknya.

27)    Tresna marang mantu iku padha wae tresna marang putra, ja¬laran putu iku saka katresnane putra lan mantu.
Sayang terhadap menantu juga sama dengan sayang ter¬hadap anaknya, sebab cucu itu lahir dari hasil percintaan antara anak dan menantu.

28)    Putra ala metengi sedulurira.
Anak yang jahat memberi suram kepada saudaranya.

29)    Putra becik nyirami mring keluarga.
Anak yang baik menyiram kebaikan kepada keluarga.

30)    Anane kulawarga becik marga wong-wonge becik. Mula aja darbe pangira lamun wong-wonge padha ala kulawargane bisa becik.
Adanya keluarga baik karena anggota keluarga itu baik. Oleh karena itu jangan beranggapan kalau dari orang¬-orang yang tidak baik, keluarga itu dapat menjadi baik.

31)    Lamun ana wong kang tansah gawe gelaning atine  liyan, jalaran rumangsa dheweke darbe pangkat, iku uga perlu diedohi. Ing tembe yen wis ilang pangkate, kari katon alane wae.
Barangsiapa selalu membuat kecewa orang lain karena merasa ia berpangkat, perlu dijauhi. Kelak kalau pang¬katnya hilang, akan tinggal kelihatan jeleknya saja.

32)    Yen memulang marang garwa iku sing sabar drana. Luwih ala maneh yen memisuh lan mala marang garwa.
Kalau mengajar kepada istri yang sabar. Lebih jelek lagi kalau memaki dan memukul istri.

33)    Kudu pinter memulang marang anak.
Harus pandai mengajar (mendidik) anak.

34)    Lamun putra darbe kersa tan prayoga kudu santosa pamekake.
Kalau anak mempunyai kemauan yang tidak baik harus kuat-kuat menahannya.

35)    Putra iku predinen susileng tata.
Anak harus dididik tata susila.

36)    Sedulur iku apik lamun kabeh darbe panjangka amrih rahayu.
Saudara itu baik kalau semuanya mencita-citakan keba¬hagiaan.

37)    Dene sedulur kang ora apik lamun sing siji utawa kabehe pada sulaya lan emoh darbe panjangka amrih rahayuning sesama.
Sedang saudara yang tidak baik kalau salah satu atau semuanya saling berselisih dan tidak mau mencita-citakan kebahagiaan sesama.

38)    Samangsa ana warga kang ora becik aja dicedhaki, mundhak ketularan.
Kalau ada warga yang tidak baik jangan didekati, dan harus dinasihati, agar tidak menular.

39)    Kulawarga kang ora becik aja dicedhaki, mundhak ketularan.
Keluarga yang tidak baik jangan didekati, agar tidak ketularan.

40)    Cedhak kulawarga kang becik, senajan ketularan, ketularan becik.
Dekat keluarga yang baik-baik, sekalipun ketularan, tentu akan ketularan watak baik.

41)    Kasektene bocah iku nangis, pamrih ben ditulungi utawa di¬ugung. Kasektene iwak yen ana banyu gedhe jero wewalikan. Kasektene manuk, mabur dhuwur ing ngawang-awang. Kasek¬tene ratu (negara), ana bala patang golongan kang pepak ge¬gamane.
Kesaktian anak kecil itu tangisnya, tujuannya agar dito¬long atau dimanja. Kesaktian ikan itu kalau ada di air besar dan dalam dapat bergerak bebas. Kesaktian burung adalah terbang tinggi di udara. Kesaktian penguasa (negara) kalau ada tentara empat golongan yang lengkap persenjataannya.

42)     Sayojana iku dohe sepuluh ewu dhepa. Swara gong krungu nganti sayojana. Aruming jeneng ngambar-ambar salumahing bumi (dialem wong).                                                           
Seyojana itu panjangnya (jauhnya) sepuluh ribu depa. Sua¬ra gong terdengar sampai seyojana. Harum nama manu¬sia semerbak di seluruh permukaan bumi (dipuji orang).

43)    Titikane wong kang putus ngelmu, basa kang bisa gave tentrem lan bungahing Iiyan.
Tandanya orang yang ilmunya luas, bahasa yang dapat membuat tenteram dan membuat bahagia orang lain.

44)    Tangga teparo padha karo bapa biyung.
Tetangga itu sama dengan ibu bapak.

45)    Sing sapa ora seneng tetanggan kalebu wong ora becik.
Barangsiapa yang tidak suka hidup bertetangga tergo¬long orang tidak baik.

46)    Wong kang ora gelem nyedhak tangga marga aja nganti ketu¬laran alane iku kalebu jamna linuwih.
Orang yang tidak mau dekat tetangga dengan tujuan agar tidak ketularan jeleknya itu termasuk orang arif.

47)    Tangga sing gelem tetulung iku titenana. Yen mengku karep iku bakal ketara. Nanging yen sarana bebarengan urip bakal dadi kanca salawase.
Perhatikan tetangga yang suka menolong. Kalau mem¬punyai pamrih pasti lekas terlihat. Tapi kalau hanya sebagai sarana hidup bersama, akan menjadi teman selamanya.

48)    Tangga iku kadya ula umpamane, kena diingu nanging ya gelem nyokot.
Tetangga itu ibarat ular, dapat dipelihara namun juga mau menggigit.

49)    Tangga kang ora becik atine aja dicedhaki, nanging aja dimungsuhi.
 Tetangga yang tidak baik hatinya jangan didekati, tetapi jangan dimusuhi.

50)    Tangga iku singkirana lamun darbe sipat kang kurang prayoga.
 Jauhi tetangga yang mempunyai sifat yang tidak sepan¬tasnya.

51)    Kepinteran iku sarana ngupaya boga.
Kepandalan itu sarana untuk mencari nafkah.

52)    Tuking boga saka nyambut karya.
Nafkah ada dari bekerja.

53)    Sregep iku bisa gawe kamulyan.
Rajin dapat menyebabkan kemuliaan.

54)    Yen makarya udinen kang becik kedadeyane.
Kalau bekerja usahakan yang baik jadinya.

55)    Wong tuwa ora kena dadi mungsuhe anak.
Orang tua tidak boleh menjadi musuhnya anak.

56)    Golek jodho aja mung mburu endah ing warns. Senajan ayu utawa bagus, yen atine durjana, ora wurung disiriki hyan.
Mencari jodoh jangan hanya memburu tampang yang can¬tik rupawan. Biarpun cantik atau tampan kalau hatinya jahat, pasti dijauhi orang.

Pelet Bulu Perindu Sukma
Anda punya masalah dengan asmara
kekasih pergi meninggalkan anda
jangan tunggu sampai kekasih anda di samber orang
buat pasangan anda kembali bertekuk lutut
Klik di sini
Pesan call/sms 087868523235 Pin BB 2B3EE960 -

Memayu Hayuning Bawana Wejengan Prabu Jayabaya


Memayu Hayuning Bawana

Wejangan lain dari Prabu Jayabaya raja agung Kraton Ke­diri dalam zaman ini adalah sebagai berikut:





1)      Rame ing gawe sepi ing pamrih, memayu hayuning bawana.

Banyak berkarya, tanpa menuntut balas jasa, menyela­matkan kesejahteraan dunia.



2)      Manungsa sadrema nglakom, kadya wayang upamane.

Manusia sekedar menjalani, diibaratkan laksana wayang.



3)      Ati suci marganing rahayu.

Hati suci mengarah ke keselamatan.



4)      Ngelmu kang nyata, karya reseping ati.

Pengetahuan yang benar membuat hati kita senang.



5)      Ngudi laku utama kanthi sentosa ing budi.

Berusaha berbuat baik dengan budi yang sentosa.



6)      Jer basuki mawa beya.

Kalau ingin selamat (berhasil) harus ada biayanya (pengorbanan).



7)      Ala lan becik iku dumunung ana awake dhewe.

Baik dan buruk ada pada diri kita sendiri.



8)      Sing sapa lali marang kebecikaning liyan, iku kaya kewan.

Barangsiapa lupa akan kebajikan orang lain itu seperti berwatak binatang.



9)      Titikane aluhur, alusing solah tingkah budi bahasane lan lega­waning ati, darbe sifat ber budi bawaleksana.

Ciri-ciri orang luhur, ialah tingkah laku dan budi bahasa yang halus, keikhlasa hati, dan sedia berkorban, tanpa mendahulukan kepentingan pribadi.



10)  Ngundhuh wohing pakarti.

Memetik hasil perbuatannya.



11)  Ajining dhiri saka lathi lan budi.

Harga diri terletak pada mulut dan budi.



12)  Sing sapa weruh sadurunge winarah lan diakoni sapadha-pa­dhaning tumitah iku kalebu utusaning Hyang Widi. Barangsiapa mengetahui sebelum sesuatu terjadi dan di­akui oleh sesamanya, itu tergolong utusan Tuhan.



13)  Sing sapa durung wikan anane jaman kelanggengan iku, aja ngaku dadi janma linuwih.

Barangsiapa belum tahu akan adanya alam yang abadi, jangan mengaku sebagai orang yang memiliki kelebihan.



14)  Tentrem iku saranane urip aneng donya.

Ketentraman adalah sarana hidup di dunia.



15)  Yitna yuwana lena kena.

Siapa waspada akan selamat, yang lengah akan kena ba­haya.



16)  Ala ketara becik ketitik.

Baik ataupun buruk akhimya akan ketahuan juga.



17)  Dalane waskitha saka niteni.

Sarana untuk menjadi orang waskita (tahu sebelum ter­jadi) adalah melalui pengamatan tekun dan teliti.



18)  Janma tan kena kinira kinaya ngapa.

Manusia tidak dapat diperkirakan ataupun diduga.



19)  Tumrap wong lumuh lan kesed iku prasasat wisa, pangan kang ora bisa ajar iku kena diarani wisa, jalaran mung bakal nuwuhake lelara.

Orang yang malas dan tidak mau belajar itu sama dengan racun, makanan yang tidak dapat dicerna juga disebut racun, sebab hanya akan menimbulkan penyakit.



20)  Klabang iku wisane ana ing sirah, kalajengking iku wisane mung ana pucuk buntut. Yen ula mung dumunung ana ula kang duwe wisa. Nanging yen durjana wisane dumunung ana ing sekujur badan.

Racun kelabang itu ada di kepala. Racun kalajengking hanya di pucuk ekor. Racun ular hanya ada pada ular yang berbisa. Sedang penjahat racunnya terletak pada seluruh badannya.



21)  Geni murub iku panase ngluwihi panase srengenge, ewa dene umpama ditikelake loco, isih kalah panas tinimbang guneme durjana.

Api yang menyala itu panasnya melebihi panasnya mata­hari, namun demikian walau dilipatkan dug umpamanya, ucapan seorang durjana masih jauh lebih panas.



22)  Sing sapa lena bakal cilaka.

Barangsiapa lengah akan celaka.



23)  Tumrape wong linuwih tansah ngudi keslametaning liyan, metu saka atine dhewe.

Orang utama atas kehendak hatinya sendiri selalu meng­usahakan keselamatan orang lain.



24)  Pangucap iku bisa dadi jalaran kabecikan. Pangucap uga dadi jalaraning pati, kesangsaran, pemitran. Pengucap uga dadi jala­raning wirang.

Ucapan dapat membawa kebaikan, tetapi juga dapat men­jadi penyebab kematlan, kesengsaraan, persahabatan. Ucapan juga dapat menjadi penyebab malu.



25)  Sing bisa gawe mendem iku: 1) rupa endah, 2) bandha, 3) da­rah luhur, 4) enom umure. Arak lan kekenthelan uga gawe mendhem sadhengah wong. Yen ana wong sugih, endah warnane, akeh kapinterane, tumpuk-tumpuk bandhane, luhur darah lan isi enom umure, mangka ora mendhem, yakuwi aran wong linuwih.

Yang dapat menyebabkan mabuk adalah: 1) rupa cantik/ bagus, 2) harta, 3) kebangsawanan, 4) usia muda. Arak dan lain-lain minuman keras juga dapat membuat mabuk orang. Jikalau ada orang kaya, rupawan, pandai, berhar­ta, bangsawan lagi pula masih muda, padahal tidak ma­buk, itu dinamakan orang yang berwatak utama.



26)  Mulat salira, tansah eling kalawan waspada.

Mawas diri, selalu ingat dan waspada.



27)  Andhap asor

Merendahkan diri.



28)  Ngelmu pari saya isi saya tumungkul.

Ilmu padi makin berisi makin merunduk.



29)  Ngelmu kang nyata gawe reseping ati.

Ilmu yang benar dapat membuat hati senang.



30)  Dadiya wong luhur bebudene

Jadilah orang yang berbudi luhur.



31)  Abot entheng saka panggawene dhewe.

Berat ringan itu akibat perbuatan sendiri.



32)  Wong mati iku bandhane ora digawa.

Orang meninggal tidak akan membawa harta bendanya.



33)  Wong ala iku kang ora gelem nyambut gawe kang prayoga.

Orang yang tidak baik itu adalah tidak mau bekerja wajar.



34)  Sing lah marang panggawe kang becik bakal nemoni cilaka.

Barangsiapa lupa akan perbuatan yang baik akan mene­mui malapetaka.



35)  Sing sapa durung weruh dununge urip, nanging tansah memada marang piyandeling liyan, bakal nemoni cilaka.

Barangsiapa belum mengetahui hakikat hidup, tetapi se­lalu mencela kepercayaan orang lain, akan menemui celaka.



36)  Sing sapa wedi marang barang kang ora bener, tur gelem ngilangi watak kang kurang prayoga, iku kalebu bathara.

Barangsiapa takut berbuat tidak benar, lagi pula suka menghilangkan watak yang kurang pantas, itu tergolong bathara (dewa).



37)  Sing sapa durung sumurup kang diarani bathara uga durung sumurup dununging urip.

Barangsiapa belum mengetahui yang disebut bathara juga belum mengetahui hakikat hidup sebenarnya.



38)  Sing sapa weruh dununging ala lan becik, nanging rumangsa becik dhewe, iku bakal nemoni cilaka.

Barangsiapa mengerti perihal baik-buruk, tapi merasa dirinya paling baik, akan menemui celaka.



39)  Wong iku tansah karidhu Bening dhemit lan banaspati lamun tansah senang gawe seriking liyan.

Orang itu selalu digoda oleh dhemit dan banaspati, kalau ia selalu senang membuat sakit hati orang lain.



40)  Setan iku watak kang ala, dhemit iku watak kang kurang pra­yoga, banaspati iku watak kang gawe seriking liyan. Dadi yen janma manungsa kang tansah nguja watak kang kaya mengkono iku pancen kancane setan, dhemit lan banaspati. Dene wong kang ora gelem nguja watak kang mengkono kalebu dewa kang ngejawantah. Sira aja darbe watak kang ala kaya kuwi mau, jalaran watak kang ala kaya mengkono iku dadi sirikaning wong kang ngudi kamulyan.

Setan itu watak yang tidak baik, dhemit itu watak yang tidak pantas, banaspati itu watak yang selalu membuat sakit hati orang lain. Jadi orang yang berwatak demikian itu memang temannya setan, dhemit, banaspati. Sedang­kan orang yang tidak suka membiarkan watak demikian, termasuk dewa yang menjelma. Engkau jangan berwatak jelek begitu, karena itu merupakan pantangan bagi orang yang mencari kemuliaan.



41)  Wong kang ora gelem ngudi kamulyan urip, iku wong kang se­neng nguja hawa napsune.

Orang yang tidak suka mencapai kemuliaan hidup itu termasuk orang yang suka melampiaskan hawa nafsunya.



42)  Kamulyaning urip iku dumunung ana tentreming ati.

Kemuliaan hidup itu berada pada ketentraman hati.



43)  Wong kang mung nguja hawa napsu iku mung gawe seneng babagan hawa napsu, dene atine ora tentrem amarga tansah kelingan marga tumindake kang ora prayoga.

Orang yang hanya melampiaskan nafsu itu, hanya me­mentingkan hawa nafsunya, sedang hatinya tidak ten­teram, karena selalu ingat akan tindakannya yang tidak pantas.



44)  Wong iku kudu ngudi kabecikan, jalaran kabecikan iku sangu­ning urip.

Orang itu harus berusaha mencari kebaikan, sebab ke­baikan itu bekal hidup.



45)  Wong kang ora gelem ngudi kabecikan iku prasasat setan.

Orang yang tidak mau berusaha mencari kebaikan itu laksana setan.



46)  Sing gelem ngudi kautamaning urip mesthi didohi dhemit.

Barangsiapa mau berusaha mencapai keutamaan hidup pasti dijauhi dhemit.



47)  Wong linuwih iku ambek welas lan sugih pangapura.

Orang berjiwa luhur itu mempunyai sifat belas kasihan dan suka memaafkan.



48)  Sing sapa lali marang kabecikaning liyan, ing tembe bisa urip sengsara.

Barangsiapa lupa terhadap kebaikan orang lain kelak akan hidup sengsara.



49)  Sing sapa wedi ing luput wani ing bener, iku kalebu manungsa linuwih.

Barangsiapa takut berbuat salah dan berani berbuat be­nar, itu tergolong manusia utama.



50)  Sing sapa wani ing luput wedi ing bener, iku kalebu manungsa kang sengsara ing tembe mburine.

Barangsiapa berani berbuat salah dan takut berbuat benar, itu tergolong manusia yang sengsara di kemudian hari.



51)  Perang tumrap awake dhewe iku lamun ora bisa meper hawa nepsu.

Perang terhadap diri sendiri itu terjadi kalau tidak dapat mengekang hawa nafsunya.



52)  Ngelmu iku kelakone kanthi laku, senajan akeh ngelmune lamun ora ditangkarake lan ora digunakake, ngelmu iku tanpa guna.

Ilmu itu terlaksananya dengan perbuatan, biarpun banyak ilmunya kalau tidak diamalkan dan tidak dipergunakan, ilmu itu tidak berguna.



53)  Dadi gawening liyan iku sasat nelangsaning sapadha-padha.

Menjadi beban orang lain berarti membuat sengsara sesamanya.



54)  Wong kang weruh sadurunge winarah, kang ora cocog karo tu­mindake, iku satemene ilmu karang.

Orang yang tahu sebelumnya terjadi tapi tidak cocok de­ngan tingkah lakunya, itu sebenarnya berilmu karang.



55)  Turuten pituture wong tuwa.

Ikutilah nasehat orang tua.



56)  Wong kang ora weruh tata-krama uga negara, iku padha karo ora bisa ngrasakake rasa nem warna (legi, kecut, asin, pedhes, sepet lan pahit).

Orang yang tidak tahu sopan santun dan penuturan, itu sama dengan tidak dapat merasakan enam macam rasa (manis, asam, asin, pedas, sepet dan pahit).



57)  Wong kang sepi ing kawruh samangsa ana pasamuan kang ngrembug kawruh, mesthi meneng was kaya wong bisu, marga ora mudheng.

Orang yang kurang pengetahuannya, dalam pertemuan yang membicarakan soal ilmu pasti diam saja seperti orang bisu, sebab tidak mengerti apa-apa.



58)  Wong kang bodho lan mlarat ilmu, yen kumpul karo wong akeh iku kaya dene wisa, marga mung nambahi gelaning ati.

Orang yang bodoh dan miskin ilmu, kalau berkumpul dengan orang banyak, itu seperti racun, sebab hanya me­nambah kekecewaan saja.



59)  Wong linuwih iku kudu bisa apik ati lan ngepenakake atining liyan. Yen kumpul karo wanita kudu bisa ngetrapake tembung kang manis, kang bisa gawe senenging ati. Yen kumpul karo pendhita kudu bisa ngomongake kang becik. Yen ana sangareping mungsuh, kudu bisa ngatonake kewanenane.

Orang yang arif bijaksana itu harus dapat mengambil hati dan menyenangkan hati orang lain. Kalau berkumpul de­ngan wanita harus dapat menggunakan kata-kata yang manis, yang dapat menarik hati. Kalau berkumpul de­ngan pendeta harus dapat membicarakan hal-hal yang baik. Kalau berhadapan dengan musuh, harus dapat memperlihatkan keberanlannya.



60)  Wisane ula galak tawar dening mantra kang ngetokake banyu panguripan.

Bisa ular ganas dapat hilang oleh mantera yang menge­luarkan air yang menghidupi.



61)  Yen arep weruh trahing ngaluhur, titiken alusing tingkah-laku budi basane.

Untuk mengenali keturunan orang luhur, perhatikan ke­halusan tingkah-laku dan budi bahasanya.



62)  Titikane wong putus ngelmu, basa kang bisa gawe tentrem Lan bungahing hyan.

Ciri orang yang berilmu luas ialah bahasa yang dapat membuat tenteram dan menggembirakan hati orang lain.



63)  Wong pinter Hanging ala tumindake, senenge karo wong ala.

Orang pandai tapi bertabiat jelek, kegemarannya bersa­ma dengan orang jahat.



64)  Wong tuwa umure, asor kelakuane, iku ora miturut piwulang sing bener.

Orang yang berumur, tetapi jelek tabiatnya, itu tidak sesuai dengan ajaran yang benar.



65)  Manuk kang dadi cacadan iku gagak, awit saka olehe candhala atine (nistha ala atine).

Burung yang tercela itu gagak, sebab hatinya jahat.



66)  Jun yen lokak (ora kebak) kocak, yen kebak anteng.

Jun (sejenis tempayan) yang tidak penuh bergoyang, ka­lau penuh ia tenang.



67)  Sabegja-begjane kang lali luwih begja kang eling klawan waspada.

Seuntung-untungnya orang yang lupa, lebih untung orang yang selalu ingat dan waspada.



68)  Sing sapa salah seleh.

Barangsiapa yang salah akhirnya menyerah.



69)  Nglurug tanpa bala.

Menyerang tanpa pasukan.



70)  Sugih ora nyimpen.

Kaya tanpa menyimpan harta.



71)  Sakti tanpa maguru.

Sakti tanpa berguru.



72)  Menang tanpa ngasorake.

Unggul tanpa mengalahkan.



73)  Rawe-rawe rantas malang-malang putung

Rawe-rawe rantas malang-malang putung (melintang patah, membujur lalu)



74)  Mumpung anom ngudiya laku utama.

Selagi masih muda upayakanlah laku utama.



75)  Yen sira dibeciki ing liyan, tulisen ing watu, supaya ora ilang lan tansah kelingan. Yen sira gawe kabecikan marang liyan tulisen ing lemah, supaya enggal ilang lan ora kelingan.

Jikalau orang lain berbuat baik terhadapmu, tulislah (pa­hatlah) di batu, agar tidak hilang dan selalu ingat. Kalau engkau berbuat baik kepada orang lain, tulislah di tanah, agar cepat hilang dan tidak diingat.



76)  Sing sapa temen tinemu.

Barangsiapa jujur akan didapat (akan kelihatan pada akhirnya).



77)  Milik nggendhong lali

Ingin sekali, menyebabkan lupa



78)  Kudu sentosa ing budi

Harus berbudi sentosa



79)  Sing prasaja

Bersahajalah



80)  Balilu tau pinter durung nglakoni.

Berani melaksanakan sesuatu tidak jarang lebih baik da­ripada sekedar menguasai dalil-dalilnya.



81)  Tumindak kanthi duga lan prayoga.

Bertindak harus dipikir dan dipertimbangkan.



82)  Precaya marang dhiri pribadi.

Percaya pada diri pribadi.



83)  Nandur kebecikan.

Menanam kebaikan.



84)  Janma linuwih iku bisa nyumurupi anane jaman kelanggengan tanpa ngalami pralaya dhisik.

Nara utama dapat mengetahui clam abadi tanpa me­ninggal terlebih dahulu.



85)  Sapa kang mung ngakoni barang kang kasat mata wae, iku du rung weruh jatining Hyang Widi.

Barangsiapa hanya mengakui barang yang terlihat oleh mata saja, itu berarti belum mengerti hakikat Tuhan.



86)  Yen sira kasinungan ngelmu kang marakake akeh wong seneng, aja sira malah rumangsa pinter jalaran manawa Gusti mundhut bali ngelmu kang marakake sira kaloka iku, sira uga banjur kaya wong sejene, malah bisa aji godhong jati aking.

Jikalau engkau mempunyai ilmu yang menyebabkan ba­nyak orang suka padamu, janganlah engkau merasa pal­ing pandai, sebab kalau Tuhan mengambil kembali ilmu yang menyebabkan engkau tersohor itu, engkau menjadi tak berbeda seperti yang lain, bahkan nilainya menjadi di bawah nilai daun jati yang sudah kering.



87)  Sing sapa gelem gawe seneng marang liyan, iku bakal oleh wales kang luwih gedhe katimbang apa kang wis ditindakake.

Barangsiapa suka membuat senang orang lain, ia akan mendapat balasan yang lebih banyak daripada yang ia lakukan.



88)  Sapi kang seru lan angor swarane, mesthi sethithik powange.

Sapi yang keras dan parau suaranya, pasti sedikit air su­sunya.



89)  Tumrap wong putus ngelmu, sesaji iku perlu kanggo rahayu­ning jagad.

Bagi orang yang berilmu luas, sesaji itu perlu demi kese­lamatan dunia.



90)  Mungsuhmu kasoran, yen balamu tansah wani.

Musuhmu kalah apabila tentaramu pemberani.



91)  Tetep anteping budi lan kencenging tekad iku wohing kawruh.

Kemantapan budi dan keteguhan tekad adalah hasil (bu­ah) pengetahuan.



92)  Ora ana mitra kang ngungkuli kagunan kang luhung lan maedahi.

Tidak ada sahabat yang melebihi kepandalan yang tinggi dan berfaedah.



93)  Ora ana satru kang luwih, mbebayani tinimbang ala kang dumunung ana atine dhewe.

Tidak ada seteru yang lebih berbahaya daripada keja­hatan yang ada pada diri pribadi.



94)  Tepa palupi lan piwulang kang dipundhi dhewe iku piwulang sing bener.

Suri teladan dan ajaran yang paling dijunjung tinggi ada­lah ajaran yang benar.



95)  Enoma, bagusa, isih darah lan warasa kae, yen kapinterane ora duwe, kucem raine, tanpa cahya, ora beda kayo kembang randhu alas kang abang branang ora wangi ora barang.

Biarpun muda, tampan, bangsawan dan sehat, tetapi ka­lau tidak mempunyai kepandalan, pucat mukanya, tanpa cahaya, tidak berbeda dengan bunga randu alas, merah padam, tapi sama sekah tidak harum.



96)  Titikane trahing ngawirya, solah tingkah kang tata.

Ciri keturunan orang yang mulia adalah tingkah-laku yang tertib.



97)  Titikane pangan kang becik, kang bisa gawe weweging sarira.

Tandanya makanan yang baik adalah yang dapat mem­buat badan kuat dan segar.



98)  Wong kendel sing unggul ing perang iku padha nemu seneng, mulya lan kaluwihan.

Orang yang pemberani dan jaya dalam peperangan itu menemui kesenangan, kemuliaan dan kelebihan.



99)  Sing sapa wani ngungkuli kesuclane wong suci sewn, iku lagi kena disebut wong suci, yakuwi kang prayoga disuyudi wong sejagad, kena disebut sejatine pinisepuh.

Barangsiapa berani melebihi kesuclan orang suci seribu, baru dapat disebut orang suci, yaitu pantas dihormati orang sejagad, dapat disebut sesepuh sejati.



100)  Wong utama wajib ndandani dhayoh kang mlarat mangan lan ngrengga patilasan-patilasan leluhur kang wus rusak, supaya kena dienggo maneh.

Orang utama wajib menolong orang miskin yang kurang makan dan merawat peninggalan-peninggalan leluhur yang sudah rusak, agar supaya dapat dipakai lagi.



101)  Yen wong tuna susila weruh isin, sajake bakal suda tumindak tuna susila, mesthi bakal ilang, nanging yen wong utama ora idhep isin, bakal ilang utamane.

Kalau orang tuna susila tahu malu, rupa-rupanya akan makin kurang tuna susilanya, akhirnya dapat hilang, tapi kalau orang utama tidak tahu malu, akan hilang keutama­annya.



102)  Salawase isih dadi murid, sing diudi kudu kaweruh lan kautaman. Yen wis diwasa ngudiya omah-omah lan neterpi janji.

Selama masih menjadi murid, yang dicari harus ilmu dan keutamaan, Kalau sudah dewasa menikahlah dan selalu menepati janji.

103)  Pituwase wong meneng iku bandha. Sing sapa galak pangucapa­ne, bakal nemu sengsara. Dene sing meneng bakal diweleg ban­dha. Wong meneng damar pindhane.

Hasilnya orang pendiam itu harta. Barangsiapa kasar ucapannya, akan menemui sengasar. Sedangkan orang yang pendiam akan dilimpahi harta. Orang pendiam itu pelita ibaratnya.



104)  Ing donya iki ana lima cacahe bapa, yakuwi:

(1)   Bapa sing ngukir kowe.

(2)   Bapa sing ngentas umurmu saka bebaya.

(3)   Bapa sing ngingoni salawase tanpa diwales.

(4)   Bapa sing ngajar yakuwi guru.

(5)   Bapa kang ngucekake kowe.

Di dunia ini ada lima yang dapat disebut bapak, yaitu:

(1)   Bapak kandung.

(2)   Bapak yang menolong kamu dari bahaya.

(3)   Bapak yang selamanya memelihara kamu, tanpa minta balasan.

(4)   Bapak yang mengajar kamu yaitu guru.

(5)   Bapak yang menyucikan kamu.



105)  Wong asor lan bodho iku bisane keringan mung ana awake dhewe. Panggedhening negara dialem kuwasa, kendel lan pinter yen ana daerahe. Nanging yen wong suci atine, ana sadhengah pang­gonan dipundhi-pundhi lan diunggulake.

Orang yang rendah dan bodoh hanya dapat memperoleh kehormatan dari dirinya sendiri. Pembesar negara dipuji berkuasa, berani dan pandai kalau berada di daerahnya sendiri. Tapi orang yang suci hatinya, di mana-mana diagung-agungkan.



106)  Sing saga weruh marang kebeneran iku kalebu wong wasis, na­nging wong kang ora ngerti marang bebeneran iku kalebu wong bodho.

Barangsiapa tahu apa yang disebut benar termasuk orang pandai, tapi orang yang tidak tahu itu tergolong orang bodoh.



107)  Dawa umure nanging ora tentrem atine iku kayo dene dikunjara.

Orang panjang umurnya tapi tidak tenteram hatinya itu seperti dipenjara.



108)  Priya utawa wanita dalane mulya lamun darbe sipat memayu rahayuning sasama. Priya utawa wanita dalane cilaka lamun darbe watak seneng nerak pager ayu.

Pria atau wanita akan mencapai kemuliaan kalau mempu­nyai sifat yang dapat membahagiakan hati sesamanya. Pria atau wanita akan celaka kalau suka berlaku zinc.



109)  Pandhi ta kudu bisa meper hawa napsune, pamepere hawa napsu sarana ngilangi karep kang kurang prayoga.

Pendeta harus dapat mengekang hawa nafsu, (menge­kang hawa nafsu) dengan menghilangkan kehendak yang tidak sepantasnya.



110)  Lamun ana pepetenging ati, aja seneng muring-muring, na­nging ngudia pepadhang saka Gustinira pribadi.

Kalau hati sedang gelap, janganlah malah marah-marah, tapi mintalah penerangan dari Tuhan.



111)  Sengsara uripe iku ana rong warna, kapisan merga digawe dhewe, kapindho merga saka penggawening liyan. Kang kapisan iku ibarate tanem tuwuh kang Iagi kodanan kepanasan ora diopeni, nanging kang kapindho ngibaratake tanem kang tansah diepek asile nganti ora kober thukul godhonge.

Hidup sengsara itu ada dua macam, pertama karena diri­nya sendiri, kedua karena perbuatan orang lain. Yang pertama itu ibarat tanaman yang kehujanan dan kepa­nasan tanpa dipelihara, tapi yang kedua ibarat tanaman yang selalu diambil hasilnya sehingga tidak sempat tum­buh daunnya.



112)  Yen sira ketemu wong kang sengsara marga saka karepe dhewe iku aja kesusu sira tulungi, jalaran durung mesthi ketrima, na­nging yen sengsara marga pokaling liyan enggal tulungana, awit mesthi ketrimane.

Kalau engkau menemukan orang sengsara karena per­buatan sendiri, engkau jangan tergesa-gesa memberi per­tolongan, sebab belum tentu diterima baik, tapi kalau orang yang menderita kesengsaraan itu akibat ulah orang lain atau bukan karena perbuatannya sendiri, tolonglah ia segera, sebab pasti diterima baik.



113)  Kewan iku kayo dene manungsa, darbe kesenengan lan uga darbe kesusahan.

Binatang itu seperti manusia, mempunyai kesenangan dan juga mempunyai kesusahan.



114)  Sing sapa seneng mateni kewan kang ora ana sebabe, iku uga bakal nemu pituwas kang ora prayoga.

Barangsiapa suka membunuh binatang tanpa sebab, juga akan memperoleh akibat yang tidak layak.



115)  Seneng mateni kewan iku kalebu manungsa kang kurang pra­yoga. Mula saka iku aja nganti dadi tukang mateni kewan.

Siapa gemar membunuh binatang (tanpa sebab) itu tergo­long manusia yang tidak baik. Oleh karena itu sedapat mungkin jangan sampai menjadi pembunuh binatang.



116)  Pocapan iku ana rong prakara kang becik, kang kapisan marga wis gawe beciking liyan, kapindho marga wis munggah pangkat utawa drajat saka pakarti kang apik, dene pocapan liyane durung mesthi kalebu kang apik.

Menjadi pembicaraan orang itu ada dua hal yang baik, yang pertama lantaran sudah berbuat kebajikan terhadap orang lain, kedua sebab naik pangkat atau derajat karena pekerjaan yang baik. Sedang yang lain belum tentu baik.



117)  Bisa ngowahi kahanan iku beda kayo wani ngowahi kahanan, jalaran bisa durung mesthi wani.

Mampu mengubah keadaan itu berbeda dengan berani mengubah keadaan, sebab dapat belum tentu berani.



118)  Sing sapa gelem nglakoni kabecikan lan uga gelem lelaku iku ing tembe bakal tampa nugrahaning Hyang Widi.

Barangsiapa mau menjalankan kebaikan dan juga suka menjalani tapa brata (prihatin), kelak mendapat anugerah dari Tuhan.



119)  Ing ngalam donya iki ana rong rupa kekarepaning bapa-biyung, kapisan bapa-biyung kang nyarujuki anake sugih lan pangkat, kapindho bapa-biyung kang ora nyarujuki anake sugih lan pang­kat, angger bisa urip kepenak. Dene kang apik dhewe tumraping wong kang lumrah iku milih kepenak uripe, jalaran sugih lan pangkat durung mesti kepenak uripe.

Di dunia ini ada dua macam kemauan bapak-ibu, perta­ma, bapak-ibu yang menginginkan anaknya kaya dan ber­pangkat, kedua, bapak-ibu yang tidak mengharapkan anaknya kaya dan berpangkat, melainkan asal dapat enak hidupnya. Sedangkan yang terbaik untuk orang biasa adalah yang enak hidupnya, sebab kaya dan berpangkat belum tentu enak hidupnya.



120)  Nanging tumrape wong kang darbe gegayuhan luhur, sing di­jangka iku kepenak uripe lan uga kasinungan bandha lan kasi­nungan drajat.

Tetapi bagi orang yang bercita-cita luhur yang dicita-ci­takan itu adalah enak hidupnya dan juga dlanugerahi harta dan derajat.



121)  Kawruh kang marakake reseping atining sasama iku kawruh donya kang mupangati.

Ilmu pengetahuan yang dapat mengenakkan hati sesamanya itu adalah ilmu pengetahuan yang berfaedah.



122)  Aneng donya iki goleka kawruh utama, kang bisa gawe ten­treming jagad, lamun ana wong kang kurang kawruh donya iku, ku, prasasat dhemit kang kepengin gawe rusaking manungsa.

Di dunia ini carilah ilmu pengetahuan yang utama, yang dapat menenteramkan jagad. Kalau ada orang yang ku­rang menghargai ilmu keduniawlan yang demikian itu, ibarat dhemit yang ingin membuat rusak manusia.



123)  Perang kalawan sadulur iku ora becik, mula aja seneng perang kalawan sadulur.

Perang dengan saudara itu tidak baik, oleh karena itu jangan suka perang antar saudara.



124)  Perang kalawan sedulur iku becik, lamun ana sedulur kang digu­nakake mungsuh kanggo ngrusak negarane dhewe.

Perang melawan saudara itu baru baik, kalau ada saudara yang dipergunakan musuh untuk merusak negaranya sendiri.



125)  Perang sejatine mung kepengin golek endi sing bener lan endi sing luput.

Perang itu hakikatnya hanya mencari mana yang benar dan mana yang salah.



126)  Lamun sira bisa meper hawa napsu ateges perange menang, lamun ora bisa meper hawa napsu ateges perange kalah.

Kalau engkau dapat mengekang hawa nafsu berarti pe­rangmu menang, tapi kalau tidak dapat mengekang hawa nafsu itu berarti perangmu kalah.



127)  Sing sapa rumangsa pinter dhewe sejatine kapinteran siji.

Barangsiapa merasa paling pandai itu sesungguhnya yang paling bodoh.



128)  Mula senajan sira kaloka tumraping kapinteran siji, aja sira rumangsa pinter.

Oleh karena itu sekalipun engkau telah terkenal di salah satu bidang ilmu, jangan merasa pandai.



129)  Aja sira sumelang marga ora dipaelu ilmumu, jalaran yen ana wolak-waliking jaman, ngelmu kang sira darbeni iku bisa uga malah nguwasani donya iki, lamun iku pancen ngelmu kang murakabi manungsa sadonya.

Jangan kecewa sebab ilmumu tidak dihargai, sebab kalau ada perubahan zaman mungkin ilmu yang kau miliki itu malahan dapat menguasai dunia, kalau memang ilmu itu berguna untuk manusia sedunia.



130)  Lamun enggal bisa migunakake ngelmu kudu disaranani tememen, jalaran lamun ora mengkono ngelmu iku tanpa guna.

Jikalau ingin segera menggunakan ilmu, harus disertai ketekunan, sebab kalau tidak demikian ilmu itu tidak berguna.



131)  Sing saga gelem gawe becik Lan uga gelem gawe ala, iku ditim­bang endi sing akeh, becike apa alane iku bakal ngunduh woke dhewe-dhewe.

Barangsiapa senang berbuat baik maupun berbuat jahat, itu ditimbang mana yang banyak, yang baik ataukah yang jahat, itu semua akan memetik hasilnya sendiri.



132)  Darbe kawruh kang ora ditangkarake, bareng mati tanpa tilas.

Mempunyai kepandalan yang tidak diamalkan, setelah ia meninggal tiada bekas.



133)  Yen nyenyamahi wong suci bakal cedhak patine, kaya piring tumiba ing watu.

Kalau menghina orang suci akan dekat ajalnya, seperti piring jatuh di batu.



134)  Tegal yen tanpa suket methi tininggal ing raja kaya, ora ana kewan kang gelem saba mrana. Kali asat ora ana banyune, mesthi tininggal ing kuntul, maune dadi ambah-ambahane. Wong lanang kang nistha papa, mesthi tininggal ing rabine. Mengkono uga ratu kang ora titi priksa lan ambeg siya, mesthi tininggal kawulane.

Ladang kalau tanpa rumput pasti ditinggalkan ternak, tidak ada binatang yang suka ke sana. Sungai yang kering, tidak berair, pasti ditinggalkan burung kuntul, yang tadinya memakainya sebagai tempat pijaknya. Orang laki­-laki yang hina papa, pasti ditinggalkan istrinya, demikia pula raja yang tidak tid periksa dan kejam, pasti ditinggal­kan oleh rakyatnya (kawulanya).



135)  Wong kang ora ngerti marang trapsila klebu wong kang ora perlu dicedhaki.

Orang yang tidak mengerti tata susila tergolong orang yang tidak perlu didekati.



136)  Cedhak marang wong kang ora trap silo bakal nulari awake dhewe.

Dekat-dekat orang yang tidak mengerti tata susila akan menulari dirinya.

137)  Dora sing ora kena paukuman ana limang werna:

(1)   Manawa pinuju among suka ana jagongan

(2)   Nalika dadi penganten bakda ketemu sepisanan.

(3)   Menawa perlu kanggo ngreksa bandha.

(4)   Yen perlu kanggo ngreksa umur

(5)   Yen perlu kanggo ngreksa tentreming kulawarga

Dora limang werna iku diarani dora sembada (goroh wenang). Dora liyane kena paukuman.

Bohong yang tidak kena hukuman ada lima macam:

(1)   Kalau sedang ada di pertemuan.

(2)   Ketika jadi pengantin sehabis dipertemukan pertama kali

(3)   Kalau perlu untuk menjaga harga benda.

(4)   Kalau diperlukan untuk menjaga umur.

(5)   Kalau perlu untuk menjaga ketentraman keluarga.

Bohong lima macam itu disebut bohong sembada. Bo­hong lainnya mendapat hukuman.



138)  Dudu wong becik lamun ora gelem mawas dhiri pribadine.

Orang yang tidak mau mawas diri pribadinya, itu bukan orang baik.



139)  Wong urip ora tentrem kepengin enggal mati. Dene wong urip tentrem seneng dawa umure.

Orang yang tidak tenteram hidupnya ingin segera mati, sedang yang tenteram hidupnya ingin panjang umurnya.



140)  Ngelmu karang iku amarga migunakake angkara murka.

Ilmu karang itu menggunakan angkara murka.



141)  Sing sapa ngerteni yen ngelmu karang iku mbebayani, iku kago­long wong kang wicaksana.

Barangsiapa tabu bahwa ilmu karang itu berbahaya, itu tergolong orang yang bijaksana.



142)  Sing sapa ngudi kautaman, upayanen ngelmu kang karya tentreming ati.

Barangsiapa mencari keutamaan, usahakan ilmu yang dapat menenteramkan hati.



143)  Sing sapa lali marang barang kang becik tapi kelingan barang kang ala, bakal nemoni cilaka.

Barangsiapa melupakan hal-hal yang baik dan ingat hal‑hal yang jahat akan celaka.



144)  Piyandel kang ora cocog kayo kahanan iku dudu piyandel kang nyata.

Kepercayaan yang tidak cocok dengan keadaan, itu bukan kepercayaan yang nyata.



145)  Akeh wong kang wedi kahanan perang, awit hokum kang becik akeh kang ora kanggo, mula banjur wedi perang. Iku kabeh kehru, jalaran alaran perang iku uga kepingin mbelani kabeneran.

Banyak orang yang takut pada keadaan perang, sebab yang baik tidak dipakai, oleh karena itu lalu takut ada perang. Itu semua keliru sebab perang itu juga ingin membela yang benar.



146)  Lamun ana perang, kang kanggo hukum perang, mula aja gu­mun menawa akeh wong kang ora seneng. Mula aja nganti ana perang yen emoh hukum perang.

Jikalau ada peperangan yang berlaku hukum perang, oleh karena itu jangan heran kalau banyak yang tidak sedang. Oleh sebab itu jangan sampai ada perang kalau tidak ingin hukum perang berlaku.



147)  Kaduk wanz kurang deduga

Terlalu berani tapi tanpa perhitungan.



148)  Sakabehing kawruh kang ora bener iku aja dienggo, jalaran bakal ngrusak pager ayu, lan uga bisa ngrusak kahanan kang apik se­jene.

Segala ilmu yang tidak baik jangan dipakai sebab dapat merusak kebahagiaan orang lain dan juga dapat merusak keadaan yang baik lainnya.



149)  Sing sapa mung arep, oleh wae, nanging emoh kelangan, iku aran wong kesed, iku kabeh aja ditiru, jalaran kulawarga lan bangsa uga rugi.

Barangsiapa hanya, ingin sesuatu tetapi tidak mau ber­korban itu berarti di malas. Itu jangan ditiru, sebab ke­luarga dan bangsa yang akan rugi.



150)  Titikane mitra darma, keladuking panyubasuba.

Tandanya sahabat yang baik adalah penghormatan ber­lebih tidak menjadi soal.



151)  Titikane aluhur, alusing bebuden lan legawaning ati.

Tandanya orang yang luhur, budinya halus dan suka memberi pertolongan dengan tulus hati.



152)  Wong becik ora keno mangan daging kang ora suci, kudu nyirik sembarang kang dadi regeding awak utawa cedhaking satru lahir batin.

Orang baik tidak boleh makan daging yang tidak suci, harus pantang terhadap apa saja yang menjadikan badan kotor atau yang mendekatkan seteru lahir-batin.



153)  Panggawe ala lan panggawe becik iku tut wuri lan tuduh dalan nganti delahan. Mula wong iku mumpung urip ngudia kabecikan, supaya dadi sarana bisane oleh swarga.

Perbuatan buruk dan baik itu mengikutimu dan menun­jukkan jalan sampai ajal. Oleh karena itu selagi masih hi­dup, jalankan perbuatan yang baik, agar menjadi sarana memperoleh tempat di surga.



154)  Yen madu kaworan wisa iku, limbangen, jupuken madune. Yen emas kaworan rereged, jupuken emase banjur kumbahen. Golek­ana lan tuladhanen kautaman lan piwulang becik, senajan du­munung ana wong asor.

Kalau madu kecampuran racun, ambillah madunya. Kalau emas kecampuran kotoran, ambillah emasnya kemudian cucilah. Carilah dan ikutilah keutamaan, ajaran yang baik, meskipun berasal dari orang rendah.



155)  Rembulan lan lintang iku dadi pepadhanging wengi, srengenge iku ku dadi pepadhanging rahina. Kawruh piwulang lan angger­angger iku dadi pepadhanging  jagad tetelu. Anak kang mursid iku dadi pepadhanging kadang lan kulawarga.

Bulan dan bintang itu memberi penerangan di malam hari, matahari memberi penerangan di Slang hari. Penge­tahuan, ajaran dan peraturan-peraturan itu memberi pe­nerangan jagad ketiga-tiganya. Anak yang utama hidup­nya menjadi penerangan terhadap sanak saudara, dan keluarga.



156)  Tumindak aja nganti getup mburine.

Berbuat sesuatu jangan sampai kecewa di belakang hari.



157)  Tumindak kudu manut kala mangsa.

Berbuat sesuatu harus mempertimbangkan suasana dan waktu.



158)  Gawe rusak ora becik. Denegawe rusaking mungsuh dudu barang kang aneh.

Membuat rusak tidak baik. Sedang membuat rusak mu­suh itu bukan hal yang aneh.



159)  Mungsuh sing wis nungkul aja dipateni.

Musuh yang sudah menyerah jangan dibunuh.



160)  Sing sapa mung arep menange dhewe, kuwi nemahi cilaka.

Barangsiapa ingin menang sendiri, itu akan celaka.



161)  Sing sapa gelem mbuwang ngelmu karang bakal nemoni ka­becikan.

Barangsiapa berani membuangkan ilmu karang akan me­nemui kebahagiaan.



162)  Sing sapa mung arep gawe seriking liyan, kuwi uga arep nemahi cilaka.

Barang siapa yang hanya akan membuat sakit hati orang lain, itu juga akan celaka.



163)  Sing sapa seneng udur, iku bakal kena bebendu dening liyang Widi.

Barangsiapa suka bertengkar, akan kena amarah Tuhan.



164)  Sing sapa senenggawe nelangsaning liyan, iku ing tembe bakal kena piwalese saka penggawene dhewe.

Barangsiapa gemar membuat sengsara orang lain, akhir­nya ia akan mendapat pembalasan dari perbuatan sendiri.



165)  Wani marang penggawe kang ora bener kuwi kagolong titah kang ora becik tumindake.

Berani menjalankan pekerjaan yang tidak baik itu tergo­long makhluk yang tidak baik tabiatnya.



166)  Sira kudu mituhu marang pitutur kang bener.

Engkau harus mengikuti nasihat yang benar.

167)  Lamun sira mung seneng dialem wae, ing tembe ketemu bab-­bab kang kurang prayoga.

Kalau engkau hanya ingin mendapat pujlan saja, akhirnya akan menjumpai hal-hal yang tidak baik.

168)  Muring-muring iku dalane antuk pepeteng, mula sing sapa seneng muring ora bakal antuk pepadhang.

Suka marah adalah jalan kegelapan, oleh karma itu ba­ransiapa menjadi pemarah tidak akan mendapatkan terang.

169)  Perang iku tanpa guna lamun asile ora ana. Migunam yen asile ana.

Perang itu tidak berguna kalau hasilnya tidak ada. Berguna kalau ada hasilnya.

170)  Sing sapa seneng nyidrani janji, iku bakal kena piwalese saka asil penggawene dhewe.

Barangsiapa suka ingkar janji, akan mendapat pembalasan dari hasil perbuatannya sendiri.

171)  Angrembuga kang perlu kewala.

Berbicaralah yang perlu-perlu saja.

172)  Wani ngalah luhur wekasane.

Barangsiapa berani mengalah akhirnya akan mendapat keluhuran.

173)  Goleka kanca sing padha tujuane.

Carilah teman yang tujuannya sama.



Pelet Bulu Perindu Sukma
Anda punya masalah dengan asmara
kekasih pergi meninggalkan anda
jangan tunggu sampai kekasih anda di samber orang
buat pasangan anda kembali bertekuk lutut
Klik di sini
Pesan call/sms 087868523235 Pin BB 2B3EE960 -