Pelet Bulu Perindu 
Bulu Perindu Asli Kalimantan

Di dalam blog ini akan saya jelaskan tentang khasiat dari Bulu Perindu yang melegenda yang khasiat utamanya adalah sebagai media pengasihan atau pemikat lawan jenis, baik Pria ataupun Wanita. Bulu perindu dapat mengatasi Solusi asmara anda yang kandas, pacar diambil orang, cinta bertepuk sebelah tangan, dan semua yang berhubungan dengan asmara. 

Ciri - ciri keaslian
Jika ditetesi / dibasahi air dan diletakkan di atas lantai atau sehelai kertas, maka secara menakjubkan Bulu Perindu tersebut akan menggeliat - geliat laksana seekor cacing. Sepasang Bulu Perindu jika didekatkan / dipertemukan ujung - ujungnya, secara ajaib akan berangsur - angsur saling mendekat dan melilit.

Testing Video Keaslian Bulu Perindu Kami


jika anda ada target khusus, saya sarankan anda mengirimkan data ke whatsaap seperti nama panggilan anda dan pasangan. Foto masing-masing anda dan pasangan anda dengan syarat wajah masing-masing harus jelas agar saya mudah mengerjakannya dan cepat hasilnya, boleh foto sendiri atau berdua dengan pasangan anda.

mahar tingkat satu 350.000 sudah ongkos kirim
khasiatnya antara lain.. pengasihan, pemikat lawan jenis, penarik simpati, disenangi atasan bawahan, pelaris usaha, pelet, cepat dapat jodoh, mengembalikan pasangan yang selingkuh, cocok untuk pria dan wanita.

mahar tingkat Dua 550.000 ribu sudah ongkos kirim
Khusus yang tingkat dua perbedaanya dengan tingkat satu adalah khusus bagi yang sudah berumah tangga atau sudah menikah, mengapa demikian karena power atau bulu perindu tingkat 2 mempunyai power 2x lebih besar dari tingkat 1 karena untuk orang yang sudah menikah rata-rata mempunyai aura yang sudah melemah karena faktor energi cakranya yang meredup akibat sudah seringnya berhubungan badan, jadi dibutuhkan kekuatan ekstra untuk
menggunakan bulu perindu ini.
kekuatan bulu perindu tingkat 2 ini difokuskan untuk mengembalikan pasangan yang selingkuh/pergi dengan laki-laki lain atau sudah tidak cinta lagi
khasiatnya antara lain..
pengasihan, pemikat lawan jenis, penarik simpati, disenangi atasan bawahan, pelaris usaha, pelet, cepat dapat jodoh, mengembalikan pasangan yang selingkuh, cocok untuk pria dan wanita tanpa ritual, puasa dan tanpa pantangan juga bisa di wariskan ke Anak Cucu.

Penjelasan cara pakai :  Untuk hasil dan manfaat 2 hari pakai sudah terasa hasilnya, Anda cukup simpan dalam dompet sesuai niat, karena sudah saya persiapkan sesuai untuk kebutuhan anda, dan juga panduan cara pakai untuk keluhan anda juga lengkap saya kirim via jne atau pos kilat untuk cara pakai minyak cukup oles ke bagian tubuh anda, dimana aja sesuai niat dan tujuan anda, dan saya  lengkapi juga  dengan cara pakai jarak jauh tanpa harus bertemu target anda. Sangat aman tidak ada pantangan atau efek samping dan perawatan khusus.

mahar Minyak Bulu Perindu 650.000 ribu sudah ongkos kirim

Mahar Bulu peirndu tingkat 3 khusus minyak dan sepasang bulu perindu ini dipadukan dengan kekuatan minyak bulu perindu itu sendiri jadi dengan kata lain kekuatannya akan semakin sempurna untuk anda gunakan, khusus untuk minyak bulu perindu ini energinya lebih difokuskan untuk mengembalikan pasangan anda yang sudah berpaling dari anda dan pergi meninggalkan anda/selingkuh ke orang lain.

jika anda ingin datang ke Padepokan  kami yang berada di Jl bakaran batu no 182 lubuk pakam kota (sumut). untuk pengiriman atau pemaharan luar kota media bisa kami kirim ke alamat anda menggunakan jasa jne, pos, jnt dan tiki lama sampai tergantung lokasi tujuan anda untuk kota² besar biasa pengiriman hanya 2 hari saja sampai.

"Disclaimer : Hasil dan manfaat media bulu perindu dan minyak bulu perindu ini akan di jamin hasilnya jika niat dan tujuan anda menggunakannya dengan baik tanpa ada unsur untuk merugikan pasangan anda"

"Bagi Para Pria dan wanita Yang Ingin Berhasil Dalam Mengatasi masalah asmara, jodoh, perselingkuhan, agar di sayang atasan dan juga pelaris usaha, Bisa Menggunakan Bulu Perindu Ini Sebagai Solusi"

setelah transfer Mahar harap konfirmasi sms ke no 0896-6922-9050  sertakan juga no hp dan alamat lengkap saudara untuk memudah kan pengirimam bulu perindu dan Minyak bulu perindu dan tata cara penggunaanya akan di kirim melalui JASA JNE,TIKI DAN POS.

NB: untuk pemohon agar terlebih dahulu mengirimkan pesan WA atau email bulusukmapemungkas@gmail.com dan jika ingin kontak langsung hub atau sms ke no saya.
 
TESTIMONI DARI WA





 

 

 

S








Bukti pengiriman JNE dan Pos Indonesia

Konsultasi Klik di bawah ini



Whatsapp 0896-6922-9050

MAHAR MINYAK BULU PEERINDU |MAHAR PELET MANTRA  |MAHAR PELET FOTO | | MAHAR PELET SEMAR MESEM | MAHAR PUTER GILING|MAHAR PELET TEMPE|TLP/SMS/WA: 0896-6922-9050 

Note: Jika 2 kali panggilan telepon tidak diangkat harap maklum berarti kami sedang sibuk, Silahkan tinggalkan pesan.

Mengenal Negara Dan Bangsa Dalam Zaman Kraton


Sarana Kuwating Negara
Wejangan Prabu Jayabaya raja agung Kraton Kediri tentang soal negara dan bangsa dalam zaman ini adalah sebagai berikut:

1)    Bangsa iku minangka sarana kuwating negara, mula aja nglirwakake kebangsanira pribadi, supaya kanugrahan bangsa kang handana warih.
Bangsa itu sebagai sarana untuk kuatnya suatu negara, oleh karena itu jangan mengabaikan rasa kebangsaanmu sendiri, agar memiliki bangsa yang berjiwa ksatria.

2)    Negara iku ora guna lamun ora darbe angger-angger minangka pikukuhing negara kang adhedhasar isi kalbune menungsa salumahing negara kuwi.
Negara tidak akan berguna kalau tidak mempunyai un¬dang-undang yang menjadi dasar kuatnya suatu negara, yang sesuai dengan isi jiwa seluruh bangsa itu.

3)    Kang becik iku lamun ngerti anane bebrayan agung, ing ngarsa asung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.
Yang baik itu kalau mengerti akan hidup bermasyarakat dan bernegara, maka di depan memberi teladan, di te¬ngah menjadi penggerak, di belakang memberi daya kekuatan.

4)    Negara bisa tentrem lamun murah sandhang kalawan pangan, marga para kawula padha seneng nyambut karya, ian ana penguwisa kang darbe sipat berbudi bawaleksana.
Negara itu dapat tenteram kalau murah sandang pangan, sebab rakyatnya gemar bekerja, dan ada penguasa yang mempunyai sifat adil dan berjiwa mulia.

5)    Wadya bala kang seneng kawula alit, iku dadi senengane para kawula sajroning praja, gawe kukuh sarta minangka tamenging negara.
Prajurit yang mencintai rakyat jelata, akan disayangi rakyat dalam negara itu, dan membuat kokohnya negara dan menjadi perisai negara.

6)    Para mudha aja ngungkurake kawruh kang nyata, amrih karya ungguling bangsa ian bisa gawe rahayuning sasama.
Para pemuda jangan mengabaikan ilmu pengetahuan yang nyata, agar negaranya menjadi mashyur dan dapat membuat keselamatan sesamanya.

7)    Negara kang kasuwur kasmungan kanugrahaning Hyang Widi, maujud tatanan praja ian tatanan batin kang murakabi rahayuning bangsa, wadyabalane kuwat ian kawulane suyud.
Negara yang tersohor itu adalah yang dilindungi Tuhan, mewujudkan tata pemerintahan dan kesejahteraan batin yang berfaedah bagi keselamatan bangsa, tentaranya kuat dan rakyatnya setia.

8)    Panguwasa iku kudu gawe tentrem para kawulane, marga yen ora mengkono bisa dadi kawula ngrebut negara.
Penguasa itu harus membuat tenteram rakyatnya, kalau tidak dapat terjadi rakyatnya akan merebut kekuasaan dalam negara itu.

9)    Negara kuwat iku amarga kawulane seneng uripe ian disuyudi dening liya negara.
Negara itu kuat kalau rakyatnya senang hidupnya dan dihormati oleh negara lain.

10)    Ratu kang darbe watek ber budi bawa leksana, ambeg paramarta, trahing kusuma rembesing madu, wijiling atapa, iku mesthi dipundhi-pundhi dening para kawula.
Penguasa yang berjiwa besar dan berhati mulia, ambeg paramarta, berbuat adil, luhur lahir batin dan gemar prihatin, pasti dijunjung tinggi oleh rakyatnya.

11)    Kawula iku minangka tamenging negara, samangsa ana panca baya.
Rakyat itu merupakan perisai negara, sewaktu-waktu ada mara bahaya.

12)    jaman kang ora kepenak kanggo kawula bakal ilang lamun wus ana wong kang bisa mbengkas karya.
Jaman penderitaan rakyat akan hilang kalau sudah ada orang yang dapat menghilangkan hal-hal yang menyu¬litkan.

13)    Jaman ora kepenak tumrap kawula bakal ilang lamun wus ana janma kang sabar sarana mulang ngelmu marang kawula kanggo ketentramaning jagad.
Jaman penderitaan rakyat akan hilang kalau sudah ada manusia sabar yang mengantarkan pengajaran pengeta¬huan kepada seluruh rakyat bagi ketentraman dunia.

14)    sandhang kalawan pangan iku tumraping kawula kudu diper¬lokake, mula sira aja nyepelekake sandhang kalawan pangan. Mangkono uga katentreman atine kawula perlu, supaya ora ana kridha paripeksa  sing tumama.
Sandang pangan bagi rakyat itu haruslah dipentingkan, oleh karena itu jangan mengabaikan sandang dan pangan. Demikian pula ketenteraman hati rakyat itu perlu, agar tidak ada tindakan paksaan dan kekerasan.

15)    Lamun sira dadi wadya-balaning negara, aja sira kepengin ku¬wasa dhewe, jalaran ing tembe bakal ana wong sing bisa ngalahake sira, yen sira wus ora kasinungan maneh. Dene wadya-bala kang kepengin kuwasa marga sing mengku negara ora darbe watak berbudi bawa leksana, iku bisa dadi tetungguling prajurit ing negara kuwi.
Kalau engkau menjadi prajurit, janganlah engkau ingin berkuasa sendiri, sebab akan ada yang mengalahkan diri¬mu, jikalau engkau sudah tidak ketempatan derajat lagi. Sedang prajurit yang ingin berkuasa karena ada penguasa negara yang tidak berjiwa besar dan berhati mulia, itu bisa menjadi pemuka prajurit di negara itu.

16)    Yen wong becik kang kuwasa, kabeh kang ala didandani lamun kena, dene yen ora kena disingkirake, mundhak nulari (cuplak andheng-andheng).
Kalau orang baik yang berkuasa, semua yang jelek kalau dapat diperbaiki, sedangkan kalau tidak dapat diperbaiki disingkirkan saja, agar tidak menular kejelekannya.

17)    Wataking manungsa iku kepengin kuwasa, nanging Hyang Widi iku bakal maringi penguwasa miturut karsaning Hyang Widi pribadi.
Sifat manusia itu ingin berkuasa, tetapi Tuhan akan mem¬beri kekuasaan sesuai dengan kehendak Tuhan sendiri.

18)    Negara kuwat uga marga saka wadyabalane kuwat lan kawulane suyud. Negara kang kuwat iku kalebu kasinungan kanugrahan dening Kang Maha Kuwasa. Dene kang mengku negara kudu ndarbeni watak ber budi bawa leksana.
Negara kuat antara lain memang disebabkan karena ten¬taranya kuat dan rakyatnya patuh. Negara yang kuat itu termasuk diberi anugerah dari Tuhan. Sedang penguasa harus memiliki watak jiwa besar dan berhati mulia.

19)    Negara kang mung kuwat marga wadya-balane, lan disuyudi dening kawulane, iku durung mesthi kuwat salawase, jalaran kawula mau suyude mung marga wedi kayo wadya-balane mau. Dene negara kuat marga kawulane suyud kamangka wadya¬bala kurang kuwat, iku marga kasinungan dening Kang Mahakuwasa. Apa dene kang mengku mau darbe watakber budi bawa leksana
Negara kang semata-mata kuat karena tentaranya kuat dan rakyatnya taat, itu belum tentu kuat selamanya, sebab rakyat itu tunduknya hanya karena takut terhadap tentara itu. Sedang negara kuat semata-mata karena rakyatnya taat padahal tentaranya tidak kuat, itu semata-mata kare¬na anugerah Tuhan Yang Mahaesa. Apalagi kalau yang menjadi penguasa mempunyai watak jiwa besar dan hati mulia.

20)    Desa mawa cara negara mawa tata
Masing-masing desa dan masing-masing negara itu mem¬punyai tata cara sendiri-sendiri. (Lain ladang lain bela¬lang, lain lubuk lain ikannya).

21)    Kawula kang seneng uripe marga penggaotane akeh pametune, ing kono negarane bisa tentrem ora ana wong colong jupuk.
Bila rakyat yang senang kehidupannya lantaran pekerja¬annya banyak menghasilkan, negara akan menjadi tenteram, dan tidak ada yang mencuri milik orang lain.
22)    Lamun sira darbe penguwasa aja sira luru aleman, jalaran iku mau bakal ketemu pituwase kang ora prayoga.
Kalau engkau menjadi penguasa janganlah hanya ingin dipuji-puji Baja, sebab hal yang demikian itu akibatnya tidak baik.

23)    Kuwasa marga diangkat kancane utawa sedulure kang lagi ku¬wasa, iku ngibaratake melu payu. Dene darbe panguwasa marga kapinteran lan kasinungan nugraha dening Hyang Widi iku ora kalebu melu payu.
Berkuasa lantaran diangkat teman atau saudaranya yang sedang berkuasa, itu ibarat ikut-ikutan. Sedang berkuasa lantaran adanya kepandalan dan anugerah Tuhan itu ti¬dak tergolong ikut-ikutan.

24)    Ratu kang ngegungake pepak gegamane ora kajen uripe, marga kawulane wedi yen dipateni.
Penguwasa yang hanya membanggakan kuat persenjata¬annya itu tidak terhormat hidupnya, karena rakyatnya takut kalau dibunuh.

25)    Ing negara kang kasuwur murah sandhang kalawan pangan  lan para kawula padha seneng nyambut karya, iku mesthi ana penguawasa kang darbe watak ber budi bawa leksana lan uga ana janma kang handana warih. Mula yen negara kepingin ku¬wat tirunen kahanan kang kaya mengkono iku.
Bila negara tersohor murah sandang serta pangan dan rakyatnya senang bekerja, hal yang demikian itu pasti disebabkan ada penguasa yang berjiwa besar dan berhati mulia, serta ada juga orang yang mampu membawa kese¬jahteraan. Oleh karena itu jika negara ingin kuat contohlah keadaan yang seperti itu.

26)    Lamun ana penguwasa asale saka wong ala, iku ora Tawas bakal konangan alane, sebab kabeh mau wis kawaca saka tumindake penguawasa mau.
Jikalau ada penguasa yang berasal dari orang yang tidak baik, tidak lama pasti akan tampak dari tindakan pe¬nguasa itu.Sebab tindakan penguasa yang demikian dapat dibaca orang.

27)    janma iku tan keno kinira kinaya ngapa, mula aja sira seneng ngaku Lan rumangsa pincer dhewe.
Manusia itu walau bagaimanapun tidak bisa diterka, oleh karena itu janganlah engkau suka mengaku dan merasa paling pandai.

28)    Ing wektu akeh wong kang seneng uripe marga panggautane akeh pametune, ing kono negara bisa tentrem, ora ana wong colong,jupuk darbeking negara.
Pada saat banyak orang senang hidupnya karena hasil kerjanya banyak, di situ negara tenteram, tidak ada orang yang mengambil atau mencuri kepunyaan negara.

29)    Samangsa ana negara rusak amarga ana peperangan, ing kono kawula pada kepengin marang darbeking hyan kang isih wutuh ora rusak marga peperangan. Mula negara kudu nyarujuki wong sugih dana weweh marang wong mlarat.
Pada saat negara rusak karena ada peperangan, di situ rakyat ingin memiliki kepunyaan orang lain yang masih utuh dan tidak rusak karena peperangan. Oleh karena itu pemerintah harus menyetujui maksud orang kaya yang ingin memberi dana sedekah kepada orang miskin.

30)    Ratu iku durung mesthi kepenak uripe, lamun ora bisa ngawruhi kawulane.
Penguasa itu belum tentu enak hidupnya, kalau tidak mengetahui aspirasi rakyatnya.

31)    Ratu kang mung seneng uripe marga akeh bandhane, ing tembe matine ora kajen. Mula dadi Ratu aja sawiyah-wiyah marang kawulane.
Penguasa yang enak hidupnya hanya karma banyak harta bendanya, kelak matinya tidak akan terhormat. Oleh ka¬rma itu jangan kejam dan sewenang-wenang terhadap rakyatnya.

32)    Perang iku tumraping kawula pancen ora seneng, jalaran mung gawe rup. panggaotane, Hanging tumraping satriya kang tinanggenah nata negara, perang iku malah seneng luwih-luwih yen perange menang.
Perang itu bagi rakyat memang tidak menyenangkan, sebab hanya merugikan nafkah pekerjaannya, tetapi bagi ksatria yang bertugas menjaga negara, adanya perang itu malah menyenangkan, lebih-lebih kalau perangnya itu membawa kemenangan.

33)    Negara akeh pepeteng, jalaran kurang sandhang kurang pangan lan penguwasa datan darbe watak be budi bawa leksana, tur ora ana janma kang handana warih, ing kono negara bakal dikuwasant dhemit lan banaspati.
Kehidupan negara akan menjadi gelap-gulita, apabila ku¬rang sandang kurang pangan dan penguasanya tidak ber¬jiwa besar dan berhati mulia; lagi pula tidak ada orang yang mampu mewujudkan kesejahteraan, di situ Negara akan dikuasai oleh dhemit dan banaspati.

34)    Ratu kang murang Barak iku aja diajeni, jalaran ratu kang kayo mengkono iku gawe rusaking negara.
Penguasa yang kejam dan serakandan melanggar aturan agama jangan dihormati, sebab penguasa yang demikian itu akan membuat rusak negara.

35)    Ratu kang seneng wanita akeh, iku uga bisa gawe rusaking ne¬gara, jalaran para putra padha rebutan bandha lan penguwasa.
Penguasa yang senang kawin banyak itu juga dapat mem¬buat rusak negara, sebab anak-anaknya berebutan harta benda dan kekuasaan.

36)    Perang iku becik lamun tujuwane nggayuh kamardikaning ne¬gara lan bangsane, lan perang iku ala lamun kanggo njarah¬rayah darbeking hyan.
Perang itu baik kalau bertujuan untuk kemerdekaan ne¬gara dan bangsa, tapi jelek kalau perang itu bertujuan merampas harta benda orang ataupun negara lain.

37)    Sing sapa wedi perang iku padha kayo wedi marang kasunyatan, jalaran perang iku uga kasunyatan. Yen ora ana perang babar pisan, iku pretandha ing tembe bakal ana perang gedhen.
Barangsiapa takut akan adanya perang sama dengan ta¬kut terhadap kenyataan, sebab perang itu juga merupakan kenyataan. jikalau tidak ada perang samasekali, itu me¬ngandung isyarat bahwa di kemudian hari bakal terjadi perang besar-besaran.

38)    Sing sapa ora gelem gawe becik marang Lynn, aja sirap ngarep¬arep yen bakal oleh pitulungan ing liyan.
Barangsiapa tidak mau berbuat baik terhadap orang lain, janganlah mengharap akan mendapat pertolongan orang lain.

39)    Wong ala samangsa kuwasa aja dicedhaki, sebab mbilaheni, saga mundhak angkara murkane, lan meneh bakal dienggo srana menangake kang ala mau. Orang jahat kalau berkuasa jangan didekati, sebab ber¬bahaya; ia akan tambah angkara murkanya, lagipula eng¬kau akan dipakai sebagai sarana untuk memenangkan kejahatan itu.

40)    Wong ala iku lamun kuwasa banjur sawiyah-wiyah nguja hawa napsune, lan uga ngagung-agungake penguwasane, mula aja nganti wong ala bisa nyekel penguwasa.
Orang jahat kalau berkuasa akan bertindak sewenang¬wenang, melampiaskan hawa nafsunya dan membangga¬kan kekuasaannya. Oleh karena itu jangan sampai ada orang jahat memegang kekuasaan.

41)    Wong kang rumangsa nindakake panggawe kang kurang pra¬yoga, nanging emoh mareni, iku aja dicedhaki, mundhak nulari.
Orang yang merasa menjalankan pekerjaan yang tidak sepantasnya, tetapi tidak mau mengakhiri, jangan dide¬kati, agar tidak ketularan.

42)    Wong ala yen bisa kuwasa, kang ala iku diarani becik, kosok baline yen wong becik kang kuwasa, kang becik iku kang ditindakake.
Orang yang jahat kalau dapat berkuasa, segala yang jelek dikatakan baik, sebaliknya kalau orang baik-baik yang berkuasa, maka hal-hal yang baiklah yang dijalankan.

43)    Pathokaning negara iku dumunung ana angger-anggering negara.
Pedoman negara itu terletak pada undang-undang negara

44)    Dhasaring negara iku ana lima, kapisan pasrah anane negara iki marang Kang Murbeng Dumadi. Kapindho precaya marang anane manungsa iki saka Kang Murbeng Dumadi. Kaping telu aja sira nglirwakake bangsanira pribadi. Kaping papat sira aja mung kepengin menang dhewe, mula prelu rerembugan amrih becike. Kaping lima kewajiban aweh sandhang kalawan pangan lan uga njaga katentreman lahir kelawan batin.
Dasar negara itu ada lima, pertama, pasrah adanya ne¬gara itu kepada Tuhan. Kedua, percaya bahwa manusia ini dari Tuhan adanya. Ketiga, jangan mengabaikan bang¬samu sendiri. Keempat, engkau jangan ingin menang sen¬diri karena itu harus suka berunding bagaimana baiknya. Kelima, berkewajiban memberi sandang-pangan Berta ketenteraman lahir-batin.

45)    jaman kang ora kepenak, akeh wong pangkat dikuya-kuya, wong sugih dirayah bandhane. Nanging jaman kepenak kosok baline, gentho coaling ora ana, sing ana mung tentreme kawula.
Di dalam zaman yang tidak menyenangkan banyak orang berpangkat dikejar dan disiksa, orang kaya dirampok harta bendanya. Tetapi pada zaman enak sebaliknya, pen¬curi tidak ada, yang ada hanya ketentraman rakyat.

46)    Rumangsa melu handarbeni. Wajib melu hanggondheli. Mulct sarira hangrasa wani.
Merasa ikut mempunyai. Wajib ikut membela. Berani mawas diri.

9. Aja Andhisiki Kersa
Wejangan Prabu Jayabaya raja agung Kraton Kediri tentang mengelola kehendak dalam zaman ini adalah sebagai berikut:

1)    Aja andhisiki kersane Pangeran
Jangan mendahului kehendak Tuhan.
2)    Aja sira mung kelingan barang kang katon wae, sebab kang katon gumelar iki anane malah ora langgeng.
Janganlah engkau hanya ingat keadaan yang tampak saja, sebab hal yang tampak ini adanya malah tidak abadi.
3)    Aja sira wani marang wong atuwanira, jalaran sira bakal kena bendhu saka Kang Murbeng Dumadi.
Janganlah engkau berani terhadap orang tuamu, sebab engkau akan kena murka dari Tuhan.
4)    Aja darbe pangira yen piyandelira iku dhewe kang saka Hyang Widi. Kabeh piyandel iku asale saka Hyang Widi. Ing ngendi pagan Hyang Widi iku ana.
Jangan beranggapan kalau imanmu itu saja yang dari Tu¬han. Semua iman hakikatnya berasal dari Tuhan. Di mana¬mana Tuhan itu ada.

10. Menjunjung Tinggi Persaudaraan
Wejangan Prabu Jayabaya tentang perlunya menjunjung tinggi persaudaraandan berhubungan dengan orang lain adalah sebagai berikut:

1.    Aja lali marang kebecikaning hyan.
Jangan lupa akan kebaikan orang lain.
2.    Aja lali marang kahanan kang tau gawe susah, jalaran kang kaya mengkono mau bisa bali maneh, mula kudu ngati-ati.
 Jangan melupakan sesuatu yang pernah menyusahkan, sebab hal yang demikian itu dapat berulang kembali, oleh karena itu harus selalu berhati-hati.
3.    Aja lali marang penggawe becik, jalaran penggawe becik iku minangka dalane mulyanira.
Jangan melupakan perbuatan baik sebab perbuatan yang baik itu sebagai lantaran kemuliaanmu.
4.    Aja sira deksura, ngaku luwih pinter tinimbang sejene.
Janganlah congkak, merasa lebih pandai daripada yang lain.
5.    Aja rumangsa bener dhewe, jalaran ing donya iki ora ana sing bener dhewe.
Jangan merasa engkau yang paling benar, sebab di dunia ini tidak ada yang paling benar.
6.    Aja semangkeyan rumangsa dadi wong sugih, nuh lah marang wong atuwane, jalaran iku ateges ora mikani Hyang Widi.
Jangan sok merasa menjadi orang kaya, sehingga melu¬pakan orang tuanya sendiri, sebab hal yang demikian itu sama dengan tidak mengerti Tuhan.
7.    Aja wedi kangelan, jalaran urip aneng donya iku pancen angel.
Jangan takut menghadapi kesukaran, sebab hidup di du¬nia memang sukar.
8.    Aja tansah gawe gelaning liyan, iku prasasat gawe gelaning awake dhewe.
Jangan selalu membuat kecewa orang lain, sebab mem¬buat kecewa orang lain itu akan membuat kecewa diri sendiri.
9.    Aja gawe serik atining liyan.
Jangan menyakiti hati orang lain.
10.    Aja golek mungsuh
Jangan mencari musuh.
11.    Aja wani marang leluhur, jalaran leluhur iku kagolong bathara.
Jangan berani terhadap leluhur, sebab leluhur itu ter¬golong bathara.
12.    Aja sira mulanggething marang hyan, jalaran iku bakal nandur cecongkrahan kang ora ana uwis-uwis.
janganlah mengajarkan kebenclan terhadap orang lain, sebab hal yang demikian menanam percekcokan yang tidak ada habis-habisnya.
13.    Aja kaget Lan gumun samubarang gumelaring donya.
Jangan terkejut dan heran terhadap apa yang terjadi di dunia.
14.    Aja ngumbar hawa napsu, mundhak sengsara uripe.
Jangan melampiaskan hawa nafsu, kalau tidak ingin seng¬sara hidupmu.
15.    Aja melik darbeking hyan.
Jangan menghendaki (secara tidak sah) kepunyaan orang lain.
16.    Aja cidra ing janji.
Jangan mengingkari janji.
17.    Aja dumeh
Jangan sok
18.    Aja kumalungkung
Jangan merasa lebih.
19.    Aja kumingsun
Jangan merasa benar dan kuasa sendiri.
20.    Aja dhemen cidra
Jangan suka ingkar janji.
21.    Aja munasika kewan.
Jangan menyiksa binatang.
22.    Aja gumedhe
 Jangan sok merasa menjadi orang besar
23.    Aja tumindak rusuh
Jangan bertindak kasar
24.    Aja ngrusak pager ayu
Jangan merusak kebahagiaan orang lain (mengganggu suami/istri orang lain)
25.    Aja dahwen
Jangan suka mencela
26.    Aja drengki
Jangan dengki
27.    Aja kuminter
Jangan sok pandai
28.    Aja kareman
Jangan suka mempunyai kegemaran yang berlebih-lebihan
29.    Aja ambeg siya
Jangan suka sewenang-wenang menyiksa.
30.    Aja ngece wong ora duwe
Jangan menghina orang yang miskin.
31.    Aja gegedhen rumangsa
Jangan terlalu besar perasaan.
32.    Aja adigang, adigung, adiguna
Jangan memamerkan keluhuran, Jangan memamerkan kekuatan, memamerkan kepandaian.
33.    Aja nggege mangsa
 Jangan mengharap-harap yang belum waktunya
34.    Aja nampik rejeki
Jangan menolak rejeki.
35.    Ala semangkeyan rumangsa dadi wong sugih lan pangkat, nuli ninggal marang wong tuwane.
Jangan mentang-mentang merasa menjadi orang kaya dan berpangkat, sehingga melupakan orang tea sendiri.
36.    Aja dawa tangane
Jangan panjang tangan
37.    Aja panasten
Jangan suka pangs hati karena iri.
38.    Aja dadi wong kang kuciwa uripe, iku dude wong kang utama.
Jangan menjadi orang kecewa hidupnya, sebab orang yang kecewa hidupnya itu bukan orang yang arif.
39.    Aja seneng gawe gendra, jalaran gawe gendra iku sipating dhemit.
Jangan suka membuat perselisihan sebab orang yang suka membuat perselisihan itu sifatnya dhemit (sejenis setan).
40.    Aja seneng yen den alem, aja sengit yen den cacad.
Jangan girang kalau dipuji dan jangan benci kalau dicela.
41.    Aja kesusu ngaku kendel, ngaku suci lan wani ana ngarepe wong pinunjul. Sing saga bisa ngalahake wong kendel sates, iku Iagi keno disebut wani.
Jangan keburu mengaku sebagai pemberani, mengaku suci dan berani dihadapan orang besar. Barangsiapa dapat mengalahkan orang pemberani seratus, baru dapat dise¬but pemberani.
42.    Aja lali piwulang kang becik.
Jangan melupakan ajaran yang baik.
43.    Aja lali marang ngelmu kang karya tentreming ati, jalaran kuwi kang bisa gawe mulyanira lahir-batin.
Jangan lupa terhadap pengetahuan yang dapat menente¬ramkan hati, sebab yang demikian itu membuat tentram lahir-batin.
44.    Ala aweh kasekten marang durjana
Jangan memberi kesaktian kepada orang jahat.
45.    Aja lali marang kahanan kang marakake perang, jalaran yen sira tansah lali, bakal tansah ana perang wae.
Jangan lupa terhadap penyebab peperangan, sebab kalau engkau lupa, maka akan selalu terjadi peperangan.
46.    Aja mburu aleman
Jangan ingin dipuji-puji saja.
47.    Aja selingkuh
Jangan suka bermain serong dan tidak jujur.
48.    Aja seneng madon
Jangan senang main perempuan (berzina)
49.    Aja seneng main
Jangan gemar berjudi
50.    Aja seneng maido
Jangan suka membantah.
51.    Aja seneng madat
Jangan gemar menyedot candu dan narkoba
52.    Aja dhemen nyar
Jangan hanya senang kalau masih baru saja.
53.    Aja bosenan
Jangan menjadi pembosan
54.    Aja gebyah uyah padha asine.
Jangan suka menyamaratakan terhadap sesuatu.
55.    Aja dadi wong pin ter keblinger.
Jangan menjadi orang pandai yang salah jalan.
56.    Ala mung tuwa tuwas.
Jangan hanya menjadi tua yang tidak ada artinya.
57.    Aja deksura
Jangan kurang ajar dan menyengsarakan pihak lain.
58.    Aja mung nyatur alaning liyan.
Jangan hanya memperbincangkan kejelekan orang lain.
59.    Aja golek menang dhewe
Jangan mencari menang sendiri
60.    Aja gampang keli ing swaraning hyan
Jangan mudah hanyut terhadap kata-kata orang.
61.    Aja taberi utangan
Jangan gemar mencari hutangan.
62.    Aja seneng royal
Jangan gemar royal (pemboros)
63.    Aja nyenyamah wong tuwa mundhak cilaka.
Jangan menghina orang tua nanti celaka.
64.    Aja nyenyamah wong suci, mundhak nampa siku dhendha
Jangan menghina orang suci nanti kena siku denda (ku¬walat)
65.    Aja pisan nacat ing hyan, ora ana wong kang ora cacat.
Jangan sekali-kali mencela orang lain, sebab tidak ada orang yang tanpa cacat.
66.    Aja memitran karo wong ala mundhak ketularan alane. Sra¬wunga karo sujana, ben ketularan pmtere.
Jangan bersahabat dengan orang jahat, nanti ketularan jahatnya. Bergaullah dengan orang pandai, biar ketularan pandainya.
67.    Aja dumeh kuwasa, mundhak kena walahe.
Jangan sok kuasa, nanti kena akibatnya.
68.    Ala tansah gawe rusak
Jangan selalu membuat rusak
69.    Aja wedi marang penggawe becik, lan wani marang penggawe ala.
Jangan takut berbuat baik dan berani berbuat jahat.
70.    Aja mung golek gampange wae, jalaran iku kelebu wong ora becik tumindake
Jangan hanya mencari gampangnya saja, sebab yang demikian itu tergolong orang yang tidak baik perbuatannya.
71.    Aja seneng nggampangake
Jangan suka menggampangkan
72.    Aja seneng lelaku kanggo ngrusak ketentremaning liyan, awit iku bakal kena piwalese saka pakartinira pribadi.
Jangan suka tapa brata untuk merusak kebahagiaan orang lain sebab nanti kena pembalasan dari perbuatanmu itu.
73.    Aja ngaku bisa dadi wong suci dhewe, jalaran iku durung kena diarani wong suci yen isih gelem colong jupuk darbeking liyan.
Jangan mengaku menjadi orang yang masih paling suci, sebab belum dapat dikatakan orang suci kalau masih suka mengambil milik orang lain.


Pelet Bulu Perindu Sukma
Anda punya masalah dengan asmara
kekasih pergi meninggalkan anda
jangan tunggu sampai kekasih anda di samber orang
buat pasangan anda kembali bertekuk lutut
Klik di sini
Pesan call/sms 087868523235 Pin BB 2B3EE960 -