OBORING JAGAD RAYA
TELAH
banyak orang menulis mengenai masa mendatang, terutama mengenai perubahan
dahsyat yang akan mempengaruhi kehidupan kita begitu kuat sehingga dapat
menumbangkan lembaga masyarakat kita, mengubah norma kehidupan, dan mencabut
akar-akar kebudayaan kita. Perubahan adalah proses yang akan merebak masuk
dalam kehidupan kita. Akselerasi perubahan di dalam kehidupan kita ini adalah
kekuatan dasar (Yoedoprawiro, 2000). Desakan akselerasi itu mempunyai
konsekuensi, baik pribadi maupun sosiologi. Untuk mengantisipasi perubahan itu,
diperlukan usaha manusia secara sadar dengan ilmu baru, yaitu futurologi.
Ilmuwan dan ahli teknologi dibantu oleh sosiologi mencoba menembus tirai yang
masih memisahkan pengetahuan kita mengenai masa depan seluruh umat manusia yang
akan berkembang menjadi lebih kurang 8 miliar pada tahun 2000.
Dibantu
dengan simulasi superkomputer dapat diramal perubahan ekosistem dan perubahan
pola hidup manusia abad XX1. Dimisalkan produksi energi manusia naik 7% setahun
dan dlandaikan pada tahun 2969 suhu rata-rata di dunia adalah 15 derajat
Celcius, kenaikan suhu dunia tiap 100 tahun adalah 1 derajat Celcius akan
menyebabkan berkurangnya luas benua-benua karma mencairnya es di kutub-kutub sehingga
permukaan laut akan naik dengan cepat.
Dulu,
Kerajaan Kediri gemar membina cendekiawan untuk berulah cipta sastra. Empu
Triguna hidup pada masa pemerintahan Prabu Warsajaya di Kediri pada tahun 1026
Caka atau 1104 Masehi (Poerbatjaraka, 1957:18). Prabu Warsajaya ini juga
menjadi patron bagi para pujangga dalam mengembangkan dinamika sastra dan
budaya. Pengarang-pengarang yang berbakat diberi fasilitas untuk
mengaktualisasikan idealismenya.
Pernyataan
ini didukung sebenarnya sudah digarisbawahi oleh pujangga kita dahulu. Karya
sastra yang telah diciptakan oleh Empu Triguna adalah Kakawin Kresnayana.
Kakawin Kresnayana ini dalam pewayangan populer dengan Lakon Kresna
Kembang atau Narayana Maling. Ki Nartosabdo pernah mementaskan Lakon
Kresnayana dengan diganti judul menjadi Lakon Alap-Alapan Rukmini. Cerita
Kresnayana ini bisa diperbandingkan dengan relief di Candi Penataran,
Blitar, Jawa Timur.
Pelet Bulu Perindu Sukma
Anda punya masalah dengan asmara
kekasih pergi meninggalkan anda
jangan tunggu sampai kekasih anda di samber orang
buat pasangan anda kembali bertekuk lutut
Klik di sini
Pesan call/sms 087868523235 Pin BB 2B3EE960
Anda punya masalah dengan asmara
kekasih pergi meninggalkan anda
jangan tunggu sampai kekasih anda di samber orang
buat pasangan anda kembali bertekuk lutut
Klik di sini
Pesan call/sms 087868523235 Pin BB 2B3EE960















